Friday , May 25 2018
Home / Berita / Jalan Panjang Konsolidasi 2 Raksasa Telekomunikasi
Foto : xl.co.id

Jalan Panjang Konsolidasi 2 Raksasa Telekomunikasi

Jakarta-PT XL Axiata Tbk (EXCL) pada tahun 2014 lalu, telah berhasil melaksanakan proses merger dan akuisisi PT Axis Telekom Indonesia (AXIS). Perseroan menjadi pemegang saham mayoritas AXIS yang semula dikuasai oleh Saudi Telecom Company.

Emiten halo-halo ini berniat untuk membagi pelajaran dan pengalaman dalam melakukan merger dan akuisisi XL-AXIS. Jalan berliku perseroan dalam melakukan akusisi tertuang dalam buku berjudul “Sukses Merger XL-AXIS, 70% Merger & Akuisisi Gagal! Bagaimana XL-AXIS Bisa Berhasil?” Yang diterbitkan oleh PPM Manajemen.

Presiden Direktur XL, Dian Siswarini berharap buku tersebut akan menjadi referensi berharga bagi kalangan bisnis dan regulator bidang telekomunikasi, akademisi, dan masyarakat luas atas suatu proses merger dua perusahaan telekomunikasi di Indonesia.

“Aksi korporasi yang XL lakukan dalam bentuk merger dan akuisisi adalah proses bisnis yang biasa. Namun kemudian menjadi fenomena karena proses konsolidasi yang dilakukan dua perusahaaan seperti ini belum pernah dilakukan oleh operator telekomunikasi lain di Indonesia. Padahal wacana konsolidasi sudah cukup lama diperbincangkan dan bahkan didorong oleh pemerintah, mengingat kondisi industri telekomunikasi tanah air yang saat ini ramai pemain dan sarat sumberdaya frekuensi, memiliki permintaan yang terus meningkat atas layanan data,” katanya, di Jakarta, Kamis (14/4).

Lebih lanjut dirinya mengatakan, proses merger dan akusisi XL-AXIS memang tidak mudah dilakukan. Selain harus menghadapi berbagai persoalan administratif, proses anorganik ini juga harus sinkron dengan segala regulasi yang berlaku. Maklum, proses merger dan akusisi dua operator ini merupakan hal yang sama sekali baru. Dengan berjalannya proses tersebut juga muncul berbagai diskusi menyangkut tata cara substansi merger, dan segala konsekuensi yang harus ditanggung oleh XL. “Banyak merger yang tidak berlangsung dengan sukses,” ucapnya.

Menurut Dian, buku yang menyampaikan lika-liku proses merger dan akusisi yang cukup rumit ini disusun tim PPM Manajemen, melalui wawancara ke hampir semua figur kunci yang terlibat dalam proses merger. “Termasuk juga para narasumber dari regulator, Axiata, Saudi Telecom Corp sebagai pemilik Axis, serta tentunya manajemen XL yang terlibat langsung,” tambahnya.

Seperti diketahui proses merger XL-AXIS berlangsung sejak 2012 dan berakhir di bulan April 2014. Aksi ini dilakukan lantaran tingginya kebutuhan XL untuk dapat memenuhi permintaan pelanggan. “Yang kami dapat dari proses akuisisi tersebut, tujuan utama dapat spectrum tambahan 1.800 untuk layanan 4G LTE. Saat ini sudah jalan, kami sudah punya jaringan 4G LTE di 36 kota. Selain itu, yang kami dapat adalah brand, saat ini kami memiliki 2 brand XL dan Axis. Awaraness Axis juga sudah jauh lebih tinggi dari sebelum kami akuisisi,” tutupnya. (wh)

Check Also

HK Bakal Selesaikan Pembangunan Fasilitas Penunjang Bandara Internasional Lombok

PT Hutama Karya (Persero) menandatangani kontrak untuk menyelesaikan pekerjaan design and build pengembangan beberapa sarana …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *