Sunday , July 22 2018
Home / Berita / Semen Indonesia Raih Predikat The Best Indonesia Green Awards 2016
semen indonesia the best indonesia green awards 2016

Semen Indonesia Raih Predikat The Best Indonesia Green Awards 2016

Jakarta – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk dinobatkan sebagai “The Best Indonesia Green Awards 2016” oleh La Tofi School of CSR dalam ajang Indonesia Green Awards 2016. Penghargaan diterima oleh Direktur Komersial PT Semen Gresik, Mukhamad Saifudin, di Jakarta akhir pekan lalu.

Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan Perseroan meraih penghargaan di enam kategori sekaligus, yakni Penyelamatan Sumber Daya Air, Penghematan Energi Baru dan Terbarukan, Pengembangan Keanekaragaman Hayati, Pelopor Pencegahan Polusi, Pengembangan Pengolahan Sampah Terpadu, dan Pelopor Pengelolaan Limbah B3 Industri.

Saifudin mengatakan, perseroan sangat berkomitmen dalam pemeliharaan lingkungan. Prinsip Triple Bottom Line, yaitu Planet, Profit, dan People adalah strategi bisnis berkelanjutan dari operasional perusahaan. “Jadi, kami tidak hanya mementingkan keuntungan, tapi juga pelestarian lingkungan dan pengembangan masyarakat,” katanya.

Perseroan turut menjadi pelopor dalam hal pengelolaan limbah B3 dan limbah industri lainnya. Perseroan menggunakan sekam padi, serbuk kayu, sabut kelapa, dan limbah tembakau sebagai bahan bakar alternatif operasional pabrik dan mampu mengurangi penggunaan batu bara yang memberikan dampak bagi pengurangan emisi CO2.

Selain pemanfaatan biomassa sebagai bahan bakar alternatif, perseroan juga memanfaatkan sampah perkotaan menjadi bahan bakar alternatif melalui proyek Refuse Derived Fuel (RDF) atau Program Waste to Zero di lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ngipik, Kabupaten Gresik.

Setiap harinya tempat pengolahan sampah mampu mengolah 650 meter kubik sampah atau 217 ton per hari, sehingga secara langsung juga memberikan kontribusi pengurangan sampah perkotaan yang dihasilkan Kabupaten Gresik.

Perseroan juga memanfaatkan area bekas tambang tanah liat sebagai sumber air untuk pertanian di Tuban. Upaya ini dapat menambah cadangan air yang mampu meningkatkan produktivitas petani di sekitar pabrik.

Sejak beroperasi tahun 1994, area bekas tambang tanah liat yang sudah tidak beroperasi dan direklamasi sebagai embung air telah dimanfaatkan untuk berbagai keperluan seperti pengairan sawah dan keramba ikan.

Area bekas tambang tanah liat saat ini sekitar 122,7 hektar yang tersebar di beberapa tempat mampu menampung air hujan sebanyak 4,6 juta m3 air yang mampu mengairi sawah seluas 133,5 ha sepanjang tahun. Sedangkan bekas tambang kapur dilakukan penghijauan dengan menanam pohon pelindung dan tanaman produktif serta tanaman buah.

Perseroan juga membangun pembangkit listrik dengan memanfaatkan panas gas buang atau yang lebih di kenal dengan WHRPG di PT Semen Padang sebesar 8 MW yang akan berkontribusi pada pengurangan emisi CO2 sebesar 43.000 ton/tahun dan dalam proses pembangunan di pabrik Tuban sebesar 30,6 MW yang akan mengurangi emisi CO2 sebesar 122.000 ton/tahun.

“Dengan telah diterapkannya green concept mulai dari penambangan, pengelolaan area bekas tambang, produksi, sampai aspek distribusi, maka tidak berlebihan jika produk Semen Indonesia Group adalah produk yang ramah lingkungan,” ujarnya. (APR)

Check Also

BEI Percepat Penyelesaian Transaksi di Bursa

Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan Kustodian Sentral Efek …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *