Tuesday , October 16 2018
Home / Berita / Gading Development Realisasikan Investasi Rp25 Miliar
RUPS Gading Development, Fairmont Hotel, Jakarta.

Gading Development Realisasikan Investasi Rp25 Miliar

Jakarta – PT Gading Development Tbk (GAMA) telah merealisasikan anggaran investasi atau belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp25 miliar hingga saat ini. Dana sebesar itu digunakan untuk beberapa proyek properti milik perseroan.

“Total capex tahun ini sebesar Rp80 miliar, saat ini sudah terserap sekitar Rp25 miliar,” kata Budiawan Lebar, Direktur Utama GAMA dalam paparan publik di Jakarta, Jumat (3/6).

Ia menjelaskan, sumber pendanaan capex tersebut berasal dari kombinasi antara kas internal dan pinjaman perbankan. “Porsinya itu, sekitar 40% dari dana capex berasal dari kas internal, dan sisanya 60% dari pinjaman bank,” ujarnya.

Adapun beberapa proyek yang dikembangkan perseroan pada tahun ini antara lain adalah apartemen The Spring Residences di Ciputat, Tangerang Selatan. Pada tahap pertama, perseroan akan membangun tower “The Springwood” yang berjumlah kurang lebih 798 unit, terdiri dari Type Studio, 1 bed room, 2 bedroom, dan 3 bedroom.

“Nantinya akan ada sebanyak 2.500 unit. Saat ini sedang pasang pondasi. Kami berharap, proyek ini akan direalisasikan secepatnya, mungkin tahun depan,” ujarnya. Di kawasan apartemen ini akan dibangun juga fasilitas pendukung Taman Kuliner Food & Creative Park.

Perseroan masih melakukan penjualan proyek perumahan Senopati Estate tahap III yang terdiri dari unit rumah klaster dan unit kios yang dilakukan melalui PT Graha Bumi Mas Jaya

“Untuk tahap III ini ada 120 unit dengan harga per unitnya itu Rp270 juta. Kami juga akan mengembangkan tahap IV karena permintaan masih tinggi,” katanya.

Budiawan juga menyambut positif rencana Bank Indonesia melonggarkan kembali loan to value (LTV) dan kemudahan pembelian inden untuk rumah kedua di kuartal III 2016. Ia berpendapat, rencana tersebut akan membuat pasar properti kembali bergairah.

“Di semester I ini properti masih ada tekanan. Mudah-mudahan di semester kedua akan kembali bergairah apalagi dengan adanya rencana BI untuk melonggarkan LTV,” jelasnya.

Ia juga berharapa aturan uang muka nantinya dapat dibuat serendah mungkin hingga 10 persen agar masyarakat kelas menengah tidak terbebani dana awal yang besar. (APR)

Check Also

JLL: Permintaan Ruang Perkantoran di Kuartal III 2018 Tetap Positif

Jakarta – JLL, lembaga penyedia jasa manajemen real estate dan investasi menyatakan bahwa pasar perkantoran …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *