Thursday , September 20 2018
Home / Berita / Holding BUMN Disinyalir Jadi Pemicu Melemahnya Saham Tiga Emiten Tambang

Holding BUMN Disinyalir Jadi Pemicu Melemahnya Saham Tiga Emiten Tambang

JAKATA – Rencana pemerintah membentuk holding BUMN khususnya di sektor pertambangan disinyalir memberikan sentimen negatif bagi beberapa emiten tambang yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) seperti PT Timah (Persero) Tbk (TINS), PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) dan  PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA).

Pada perdagangan Rabu (15/11/2017), saham ketiga BUMN pelat merah sektor pertambangan tersebut kompak memerah. Saham ANTM turun 20 poin atau 2,94% ke Rp 660, saham TINS melemah 10 poin atau 1,10% ke Rp 900, malah saham PTBA terjun bebas hingga 575 poin atau 4,87% ke level Rp 11,225.

Dalam hal ini, Analis Bina Artha Sekuritas Reza Priyambada berpendapat, kalau rencana holding BUMN pertambangan memang menjadi sentimen negatif bagi ketiga emiten tambang tersebut. Pasalnya, dalam Holding BUMN pertambangan, nantinya ANTM, TINS dan PTBA akan berada di bawah kekuasaan PT Indonesia Asahan Alumunium (Persero) atau lebih dikenal dengan Inalum.

Jika berjalan sesuai rencana, Inalum bakal menjadi pemegang saham pengendali (PSP) di tiga perusahaan tersebut dan akan menjalankan penawaran pembelian saham kepada pemegang saham lainnya, termasuk publik (tender offer).

“Nah, biasanya kalau tender offer itu harga saham akan terdiskon. Saat ini kita kan belum tahu mereka mau tender offer berapa, rasio berapa, harga berapa,” ujarnya, saat dihubungi di Jakarta, Rabu malam.

“Bukan semata rencana holding BUMN pertambangan saja, anjloknya harga saham ketiga emiten itu disebabkansalah satunya karena harga batu bara di pasar juga mengalami pelemahan.”imbuh Reza.

Seperti diketahui, pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berambisi untuk merampungkan pembentukan holding BUMN. Salah satu holding yang ditargetkan rampung pada akhir tahun ini, yaitu holding BUMN pertambangan yang dipimpin oleh PT Inalum.

Terkait rencana pemerintah tersebut, membuat ketiga BUMN secara serentak akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Ketiga BUMN tersebut yakni PT Timah (Persero) Tbk (TINS), PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) dan  PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA).

Dalam RUPSLB, ketiga perusahaan tersebut memiliki agenda yang sama yaitu meminta persertujuan para pemegang saham terkait dengan perubahaan anggaran dasar. RUPSLB pun akan dilangsungkan ditempat dan tanggal yang sama yakni pada 29 November 2017 di Hotel Borobudur, Jakarta. Dimana, RUPSLB ANTM akan berlangsung pukul 09:00 WIB, RUPSLB TINS pukul 13:00 WIB dan RUPSLB PTBA akan digelar pada pukul 15:00 WIB. (AHM)

 

Check Also

Dana Asing Menguap Rp1,55 Triliun di Agustus 2018

Jakarta – Transaksi investor asing sepanjang bulan Agustus 2018 tercatat net sell atau melakukan jual …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *