Sunday , May 27 2018
Home / Berita / PEFINDO Revisi Outlook Medco Energi Jadi Stabil

PEFINDO Revisi Outlook Medco Energi Jadi Stabil

JAKARTA – Lembaga rating, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberi peringkat idA+ kepada PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dan merevisi outlook menjadi stabil dari sebelumnya negatif. Periode peringkat tersebut selama 6 November 2017 hingga 1 November 2018.

Analis Pefindo Gifar Indra Sakti menjelaskan peringkat tersebut untuk obligasi berkelanjutan II tahun 2016-2017, Medium Term Notes (MTN) V tahun 2016 tahap seri A, dan obligasi berkelanjutan I tahun 2012-2013, termasuk obligasi tahap pertama sebesar Rp500 miliar yang akan jatuh tempo pada 19 Desember 2017, yang akan dilunasi menggunakan hasil dari MTN V tahun 2016 tahap I seri A, sementara saldo kas MEDC sebesar US$217,6 juta per Juni 2017.

“Kami telah merevisi outlook peringkat korporasi menjadi stabil dari sebelumnya negatif untuk mencerminkan aksi dan inisiatif korporat perusahaan untuk memperbaiki struktur permodalan yang agresif, selain rasionalisasi portofolio dan kemitraan strategis untuk mendanai pengembangan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) lebih lanjut,” ujar Gifar di kantornya, Selasa (21/11).

Menurutnya, meskipun ada potensi peningkatan utang di akhir tahun ini dengan konsolidasi usaha energi sejak Oktober 2017, pihaknya memperkirakan aksi dan inisiatif korporat perushaan jangka pendek dapat menghasilkan rasio utang yang disesuaikan dengan EBITDA kurang dari 5x mulai tahun 2018.

“Peringkat mencerminkan aset yang terdiversifikasi, cadangan migas yang baik, dan manajemen operasional yang baik. Namun peringkat dapat dibatasi oleh struktur permodalan perusahaan yang agresif, proyeksi arus kas yang moderat, dan risiko-risiko tekait komoditas.

Gifar menambahkan, peringkat dapat dinaikkan jika perusahaan memperbaiki secara signifikan struktur permodalan menjadi level yang moderat, didukung oleh rencana pengurangan utang dan potensi profitabilitas yang membaik dengan dukungan dari usaha-usaha efisiensi dan ekspektasi harga komoditas yang membaik.

Sementara peringkat dapat diturunkan jika Medco memiliki utang yang lebih tinggi dari yang diproyeksikan tanpa diimbangi dengan profil bisnis yang lebih kuat, yang dapat memperlemah ukuran-ukuran struktur permodalan dan proteksi arus kas berkelanjutan.

“Peringkat juga dapat berada dalam tekanan jika harga komoditas terus menurun, yang dapat mempengaruhi kinerja pendapatan dan profitabilitas perusahaan,” pungkasnya. (AHM)

Check Also

Emiten MYOR Bidik Laba Rp1,71 Triliun

Tangerang – PT Mayora Indah Tbk (MYOR) membidik laba bersih sebesar Rp 1,71 triliun di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *