Saturday , July 21 2018
Home / Berita / Pendapatan Emiten Tower Capai Rp2,97 Triliun di Triwulan III

Pendapatan Emiten Tower Capai Rp2,97 Triliun di Triwulan III

JAKARTA – PT Tower Bersama Infrastructure, Tbk. (“TBIG”) berhasil mencatat pendapatan dan EBITDA masing-masing sebesar Rp2,97 triliun dan Rp2,58 triliun untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2017. Jika pencapaian triwulan ketiga ini disetahunkan, maka total pendapatan dan EBITDA Perseroan mencapai Rp4,13 triliun dan Rp3,61 triliun.

Per 30 September 2017, TBIG memiliki 22.696 penyewaan dan 13.318 site telekomunikasi. Site telekomunikasi milik Perseroan terdiri dari 13.270 menara telekomunikasi dan 48 jaringan DAS. Dengan angka total penyewaan pada menara telekomunikasi sebanyak 22.648, maka rasio kolokasi (tenancy ratio) Perseroan menjadi 1,71.

Hardi Wijaya Liong, CEO TBIG, mengatakan, bahwa selama sembilan bulan pertama tahun ini perusahaan bertumbuh sebanyak 2.479 penyewaan untuk portofolio perusahaan yang terdiri dari 732 site dan 1.747 kolokasi. Pertumbuhan yang lebih dari 10% di sembilan bulan pertama tahun ini melebihi ekspektasi perusahaan.

“Sejak tahun 2012, kami telah membangun secara organik kurang lebih 7.600 menara baru di lokasi-lokasi yang unik. Tahun ini, kami telah melihat peningkatan jumlah penyewaan yang bersifat kolokasi. Rasio kolokasi kami pada awal tahun adalah sebesar 1,63 dan telah meningkat ke 1,71 di akhir September.”kata Hardi, dalam press release TBIG, yang diterima lantaibursa.id, Kamis (30/11/2017).

Per 30 September 2017, total pinjaman (debt) Perseroan, jika pinjaman dalam mata uang US Dollar yang telah dilindung nilai diukur dengan menggunakan kurs lindung nilainya, adalah sebesar Rp18.073 miliar dan total pinjaman senior (gross senior debt) sebesar Rp12.130 miliar. Dengan saldo kas yang mencapai Rp208 miliar, maka total pinjaman bersih (net debt) menjadi Rp17.865 miliar dan total pinjaman senior bersih (net senior debt) Perseroan menjadi Rp11.922 miliar. Menggunakan EBITDA triwulan ketiga 2017 yang disetahunkan, maka rasio pinjaman senior bersih terhadap EBITDA adalah 3,3x dan total pinjaman bersih terhadap EBITDA adalah 4,9x.

Helmy Yusman Santoso, CFO TBIG menjelaskan, bahwa arus kas yang kuat dari bisnis perusahaan didorong oleh arus pendapatan yang nyata dan berulang dari pelanggan kami, operator telekomunikasi besar di Indonesia. Fokus terus perusahaan pada efisiensi operasional telah memastikan marjin kami tetap stabil.

“Bahkan dengan pertumbuhan yang kuat dan pembayaran dividen sebesar Rp665 miliar di tahun ini, tingkat leverage kami berkurang menjadi 4,9x. Kami terus mematuhi strategi konservatif kami untuk melindung nilai seluruh hutang kami.”tegasnya. (AHM)

Check Also

Telkomsel Merambah Segmen Edukasi Digital Pemuda-Pemudi Indonesia Timur

Jakarta – Berdasarkan data distribusi kepesertaan The NextDev, dari sejumlah 4.091 early stage startup di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *