Tuesday , August 21 2018
Home / Berita / CSR, MahaDasha Buka Air Bersih & Sanitasi Bagi Ratusan Warga Desa Cijayanti

CSR, MahaDasha Buka Air Bersih & Sanitasi Bagi Ratusan Warga Desa Cijayanti

Bogor, 7 Desember 2017,  PT Mahadana Dasha Utama (”MahaDasha”) membuka akses terhadap air bersih dan sanitasi yang sehat bagi ratusan warga di Desa Cijayanti, Kabupaten Bogor melalui program ”Air Untuk Kehidupan” dengan membangun enam buah MCK, tiga tandon air dan pipanisasi di area publik desa tersebut. Desa yang dihuni oleh 156 kepala keluarga ini sudah lama mengalami krisis kekeringan air terutama di musim kemarau, seperti pada tahun 2015 yang Ialu, desa ini mengalami kekeringan selama lima bulan, dan sanitasi buruk, yang tentunya memengaruhi kualitas hidup masyarakat, terutama anak-anak.
MahaDasha sebagai salah satu holding Tiara Marga Trakindo memfokuskan pada pilar kesehatan dalam menjalankan good corporate governance. ”Program Air Untuk Kehidupan merupakan salah satu bentuk kontribusi MahaDasha untuk tercapainya RPJMN pemerintah dan juga terpenuhinya Sustainable Development Goals di Indonesia, khususnya pada aspek manajemen air bersih dan sanitasi yang berkelanjutan yang memadai dan merata untuk semua. Hingga hari ini, program Air Untuk Kehidupan telah melibatkan lebih dari 300 karyawan Grup MahaDasha dan mengakhiri krisis air bersih dan sanitasi buruk bagi 1,300-an warga di daerah Bogor, Bekasi dan Banten,” ujar Mivida Hamami, Presiden Direktur MahaDasha.
Lebih lanjut Mivida Hamami menjelaskan bahwa sebagai bagian dari komitmen tanggung jawab sosial, MahaDasha bertekad untuk senantiasa berkontribusi dalam pembangunan kesehatan dasar bagi masyarakat dan mengajak karyawan kami untuk ikut ambil bagian.
”Akses terhadap air bersih dan sanitasi yang sehat menurut kami merupakan salah satu prasyarat dasar dari pembangunan dan pengembangan masyarakat MahaDasha mengajak seluruh karyawan kami untuk terjun langsung dalam program Air Untuk Kehidupan ini dengan meluangkan waktu mereka guna bekerjasama dengan warga desa Cijayanti dalam membangun MCK serta instalasi pipanisasi dan tandon air. Dengan fokus pada tiga dasar pembangunan kesehatan yaitu kesadaran, partisipasi aktif dan perubahan perilaku hidup, kami berharap agar kualitas hidup masyarakat di desa Cijayanti ini akan meningkat menjadi lebih balk,” ujar Mivida.
Permasalahan defisit air dan kekeringan sendiri sudah menjadi isu global. Satu dari empat orang di dunia kekurangan air minum dan satu dari tiga orang tidak mendapat sarana sanitasi yang layak. Bahkan diprediksi menjelang tahun 2025, sekitar 2,7 miliar orang atau sekitar sepertiga populasi dunia akan menghadapi kekurangan air dalam tingkat yang parah. Di Indonesia sendiri, berdasarkan data yang dikutip dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana Indonesia, saat ini lebih dari 3,9 juta jiwa masyarakat yang bermukim 2.726 desa di 715 kecamatan dan 105 kabupaten dan kota di Jawa dan Nusa Tenggara mengalami kekeringan.
Selain itu Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada 2012 mencatat, Indonesia menduduki peringkat terburuk dalam pelayanan ketersediaan air bersih dan Iayak konsumsi se-Asia Tenggara. Hingga saat ini, baru 29 persen masyarakat Indonesia yang dapat mengakses air bersih melalui perpipaan, jauh di bawah target pemerintah hingga 2019, yaitu sebesar 60 persen.
Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, target akses universal air minum dan sanitasi diharapkan dapat terpenuhi pada 2019. Program Air Untuk Kehidupan ini merupakan buah kerjasama dari MahaDasha dan Dompet Dhuafa Repubiika. Desa Cijayanti merupakan desa ketiga yang telah mendapatkan manfaat dari program Air Untuk Kehidupan ini. Dua desa sebeiumnya adalah Desa Bendung di Kecamatan Kesamen-Banten dan Desa Ridogaiih di Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi. Dengan tersedianya air bersih dan fasilitas sanitasi yang memadai diharapkan juga akan merubah perilaku warga ke poia hidup bersih dan sehat. Ke depannya, MahaDasha akan terus melakukan program serupa dengan memperluas cakupan wilayah desa sesuai dengan Iokasi dimana Grup MahaDasha beroperasi.
Sebagai informasi, MahaDasha (PT Mahadana Dasha Utama) didirikan pada tahun 2010 sebagai anak perusahaan dari Grup Tiara Marga Trakindo (TMT) yang berfokus pada pengeiolaan beragam portofolio bisnis dari Grup. MahaDasha membagi portofolio investasinya ke dalam empat piiar yang masing-masing mewakili satu sektor industri. Pilar pertama yaitu dealership truk, alat berat dan ban, konsentrasi kegiatan usaha terdapat pada bisnis dealership yang dilakukan oleh tiga anak perusahaan yaitu PT Chakra Jawara, PT Chitra Paratama dan PT Tri Swardana Utama. Piiar kedua, adaiah property dan hospitality dijalankan oleh dua anak perusahaan yaitu PT Triyasa Propertindo dan PT Haiia Mohana. Pilar ketiga yaitu consumer retail dan FMCG yang merupakan portfolio balancer dari konsentrasi investasi Grup MahaDasha di sektor pertambangan maupun sektor-sektor iain pendukung kegiatan pertambangan yang berada dalam kendali dua anak perusahaan yaitu PT Mega Mahadana Hadiya dan PT Sonton Food Indonesia. Pilar keempat dari Grup MahaDasha adalah penyedia produk dan jasa teknologi informasi yang digawangi oleh PT Mitra Solusi Telematika. Seiain keempat piiar yang ada, MahaDasha juga mengelola 1 pilar tambahan yakni multifinance miiik TMT namun berada di bawah Pengelolaan dan pengawasan MahaDasha. (AHM)

Check Also

Bank DKI Tambah Prestasi Berkat Kinerja Keuangan Positif 

JAKARTA – Catatkan kinerja keuangan positif pada triwulan II 2018, Bank DKI raih 3 penghargaan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *