Saturday , October 20 2018
Home / Sosok / Umat Perlu Rasakan Pengalaman IPO

Umat Perlu Rasakan Pengalaman IPO

Pernah bermasalah dengan OJK hingga dilaporkan oleh sebagian nasabah ke pihak kepolisian rupanya tak membuat Yusuf Mansur jera. Terbaru, Sang Ustadz justru diketahui telah mendirikan perusahaan manajemen aset dan telah mengantongi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dua produk reksadana berbasis syariah pun telah diperkenalkan ke publik dengan target dana kelolaan yang cukup fantastis untuk produk baru dari perusahaan manajemen aset yang juga baru, yaitu mencapai Rp500 juta di akhir tahun ini.

Padahal bila menengok ke belakang sekitar empat tahun lalu, masyarakat pun diyakini masih ingat terkait produk investasi besutan Sang Ustadz yang dituding ilegal oleh sebagian nasabahnya. Gara-gara itu, pria yang akrab disapa Ustadz YM ini pun harus berurusan dengan polisi dan juga bolak-balik menghadap OJK untuk menjelaskan duduk perkara investasinya. Namun dengan segala pengalaman itu, terbukti tidak ada istilah kapok bagi Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Quran dan Pengajian Wisata Hati ini. Lalu bagaimana pandangan Ustadz Yusuf Mansur terhadap aktivitas investasi? Halal kah? Haram kah? Dan apa yang mendorong dia getol dalam mendorong umat Islam untuk berinvestasi? Lalu mimpi-mimpi apa yang dia sematkan saat menciptakan bisnis layanan transaksi berbasis aplikasi dengan merek dagang Paytren? Kali ini wartawan Lantaibursa.id, Jatayu Manuputty, berkesempatan berbincang secara eksklusif dengan Beliau, usai seremoni pembukaan perdagangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), beberapa waktu lalu. Berikut sebagian besar dari hasil perbincangan tersebut.

 

Assalamualaikum, Ustadz. Apa kabar?

Waalaikumsalam Wr Wb. Alhamdulilah baik.

 

Ustadz ada yang bilang bahwa Ustadz Yusuf Mansur ini nyentrik, berbeda dengan ustadz-ustadz yang lain. Kalau ustadz lain itu sejauh ini tidak banyak terekspos media di bidang ekonomi, nah Ustadz YM ini justru sangat dekat dengan berbagai produk jasa keuangan, termasuk di dalamnya adalah produk-produk pasar modal. Ustadz juga sangat familiar dengan yang namanya investasi. Apa komentar ustadz terkait pandangan ini?

Ya kalau menurut Saya nyentrik itu relatif ya. Itu kan penilaian. Jadi ya silakan saja. Tapi kalau dibilang Saya dekat dengan aktivitas investasi sedang ustadz-ustadz lain tidak, Saya bisa begini ini juga karena ada banyak ustadz yang mendukung di belakang Saya. PT Paytren Asset Manajemen (PAM) ini bisa berdiri, bisa berjalan sampai saat ini, ya karena dukungan Beliau-Beliau semua. Saya mah nggak ada apa-apanya.

 

Tapi kan masyarakat kenalnya Ustadz YM

Ya itu kan karena pembagian tugas saja. Kebetulan saat ini Saya dibagi tugas jadi striker. Orang kenalnya Saya. Padahal tim sepakbola bukan satu-dua orang saja. Saya pun begitu. Tanpa dukungan dari banyak sekali ustadz-ustadz yang lain, Saya tidak ada apa-apanya.

 

Tapi sebenarnya menurut Ustadz sendiri, kenapa tertarik dalam hal investasi?

Katanya kan investasi syariah sejauh ini masih minim. Sedangkan naluri berinvestasi itu menurut Saya adalah naluri yang sangat fitrah dari manusia. Nggak ada yang salah dengan berinvestasi. Cuma kan cara-caranya, harus sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Ya ketimbang masyarakat ingin berinvestasi tapi malah tertipu investasi bodong, nah ini tugas kita untuk masuk.

 

Tapi jangankan berinvestasi, oleh sebagian pihak aktifitas di pasar modal ini kan konon dianggap abu-abu. Meragukan. Bahkan secara lebih ekstrem, beberapa waktu lalu ada juga yang menyerukan agar umat Islam menarik dananya dari bank karena khawatir kurang bersih dan kurang halal cara pengelolaannya. Bagaimana Ustadz memandang fenomena ini?

Ya kalau ada Saudara-Saudara kita yang sangat takut harta-bendanya, apa yang dia makan itu kurang halal, makanya dia jaga betul-betul. Itu harus kita dukung. Saya salut untuk hal itu. Dan Saya hargai sikapnya itu. Tapi ya kalau semua akan menarik diri dari sini (praktik keuangan), ya susah. Nggak bener juga itu. Malah kita akan tertinggal karena faktanya, perkembangan jaman arahnya ke sini. Anda bertransaksi nggak? Beli pulsa nggak? Beli listrik nggak? Bayar tagihan-tagihan nggak? Nah kalau kita malah tinggalkan ini, justru malah dikuasai oleh orang lain. Makanya kita harus juga masuk ke sini. Belajar yang baik, yang bener. Yang masih salah dibenerin. Yang masih kurang pas ya dibikin biar lebih pas. Seperti itu. Saya dipanggil OJK soal kasus kemarin juga Saya anggap itu sekolah. Oh tiga SKS itu (sambil tertawa). Jadi ya nggak usah dipertentangkan untuk sikap-sikap semacam itu. Kita saling menghargai saja.

 

Lalu apa yang Ustadz ingin capai sih dengan Paytren ini? Dengan PAM yang sudah mulai meluncurkan reksadana ini?

Pengalaman untuk umat. Di Paytren ini bagaimana umat ikut merasakan bagaimana mengembangkan bisnis ini. Bagaimana ikut berperan dalam dinamika jaman yang katanya sekarang lagi jamannya financial technology (fintech). Bagaimana kemudian rasanya punya reksadana. Bahkan Paytren ini Saya juga siapkan untuk dapat Initial Publik Offering (IPO) di tahun 2018. Ini juga agar umat bisa merasakan pengalaman bahwa begini lho rasanya kalau perusahaan kita itu bagus dan berkembang. Diapresiasi ma orang. Sahamnya diminati oleh orang lain. Dibeli dengan harga tinggi. Oh begini lho beraktivitas di pasar modal dan tentunya tetap sesuai syar’i. Seperti ini lho rasanya. Begini lho cara-caranya.

 

Apakah nggak khawatir malah dianggap haram oleh umat?

Itu kan sudah ada yang menelaah, yaitu Dewan Syariah Nasional yang juga berkoordinasi secara intens dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Saya juga nggak akan berani ngapa-ngapain kalau tanpa seijin DSN-MUI. Kan Beliau-Beliau ini yang berkompeten dan Kita percayai, diamanahi oleh negara, oleh pemerintah, untuk mengurusi hal ini. Jadi gini lho. Jadi orang itu jangan pernah merasa pinter sendiri. Kan sudah ada DSN-MUI. Tugas kita adalah tunduk dan patuh ke mereka-mereka ini, yang jauh lebih paham soal dalil-dalil gitu, soal aturan-aturan gitu ketimbang Saya. Jadi tidak ada orang itu pinter sendiri. Ibaratnya nih, dokter jantung saja ketika mau mengoperasi pasiennya, harus nanya ke petugas lain yang lebih paham, soal tekanan darahnya, soal kesiapan organ tubuh yang lain, soal yang macam-macam. Jadi jangan pengin pinter sendiri. Justru yang beragam ini lah yang akan membawa kita ke rahmatan lil alamin.

 

Terakhir, apa yang diharapkan Ustadz terkait perkembangan pasar modal nasional?

Ya agar dapat semakin berkembang dan memberikan manfaat seluas-luasnya kepada masyarakat. Kepada umat. Agar lebih dapat mensejahterakan umat. Caranya gimana? Ya selain mengharap dari pakar-pakarnya pasar modal yang ada di atas sana, kita nih yang di sini, ya semarakkan lah pasar modal ini karena ini kan milik kita dan untuk kita juga. Termasuk pasar modal syariah mau semarak itu tugas siapa? Ya tugas kita sendiri. Jangan ngomong (pasar modal) bakal semarak, bakal sesuai syar’i kalau kita sendiri malah menarik diri dari sana. (JAT)

Check Also

Kekuatan Konsistensi dan Kedisiplinan

JAKARTA-Tampangnya paling terlihat awam sore itu. Di tengah para legenda musik rock macam Ahmad Albar, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *