Thursday , September 20 2018
Home / Berita / Saham / Ustadz YM Siapkan Paytren IPO di 2018

Ustadz YM Siapkan Paytren IPO di 2018

JAKARTA-Da’i kondang sekaligus pemilik perusahaan layanan transaksi harian berbasis financial technology (fintech) dengan brand Paytren, Ustadz Yusuf Mansur, pada Senin (4/12) pagi hari ini berkesempatan membuka perdagangan di PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. Momen itu sekaligus digunakan pria yang akrab disapa Ustadz YM tersebut untuk memperkenalkan perusahaan miliknya yang bergerak di bidang pengelolaan investasi, yaitu PT Paytren Asset Management (PAM), yang baru saja telah mengantongi ijin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai perusahaan manajer investasi syariah pertama di Indonesia. Terkait perkembangan bisnisnya di pasar modal nasional, Ustadz YM pun dengan yakin menyatakan bahwa Paytren telah siap untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO) pada tahun 2018 mendatang. “Kita udah siap IPO kok tahun depan. Tahun 2018 itu sudah pasti, ngapain lama-lama. Tahun depan Paytren sudah siap IPO,” ujar Ustadz YM, usai seremoni pembukaan perdagangan.

Ketertarikannya melakukan IPO, menurut YM, bukan didasarkan pada kebutuhan pendanaan guna membiayai ekspansi di masa mendatang. Hal itu lantaran dengan komunitas pengguna Paytren yang saat ini telah mencapai 1,7 juta pengguna, banyak hal yang bisa dilakukannya dalam menghimpun dana pembiayaan, mulai dari perbankan hingga opsi permodalan yang lain. “Intinya bukan soal uang, tapi lebih pada semangat memberikan pengalaman pada umat untuk merasakan IPO. Oh begini lho IPO itu. Bisnis kita diminati oleh orang lain. Saham kita diapresiasi sedemikian bagus. Itu intinya. Jadi bukan untuk Saya, bukan juga semata-mata untuk Paytren, melainkan untuk pengalaman umat,” tutur YM. Meski demikian, saat ditanya perusahaan manakah yang bakal disiapkan untuk IPO, apakah PT Paytren Asset Management (PAM) atau PT Veritra Sentosa Internasional (VSI) selaku pengelola bisnis layanan transaksi online dengan brand Paytren, Ustadz YM masih belum mau memastikannya. Bahkan menurut YM, bisa juga perusahaan yang mau di-IPO-kan di luar kedua nama tersebut, melainkan entitas bisnis lain di bawah Paytren Group. “Bisa saja PAM, bisa juga Paytren(PT VSI)nya langsung, bisa juga perusahaan lain yang kita anggap potensial, lalu kita ambil. Semua kemungkinan masih bisa terjadi. Kami sedang pelajari segala sesuatunya karena dengan bisnis Paytren sudah sebesar ini, kami tidak bisa lagi gegabah. Harus hati-hati karena di belakang Paytren ini sudah ada kepentingan jutaan umat yang telah mempercayakan investasinya pada kami,” tegas YM. (JAT)

Check Also

Dana Asing Menguap Rp1,55 Triliun di Agustus 2018

Jakarta – Transaksi investor asing sepanjang bulan Agustus 2018 tercatat net sell atau melakukan jual …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *