Saturday , October 20 2018
Home / Sosok / Kepercayaan Adalah Segalanya

Kepercayaan Adalah Segalanya

Sebagai sebuah perhiasan, berlian bisa dianggap memiliki kekhasannya. Mewah, mahal dan segmented. Mungkin beberapa kata itu yang kiranya dapat menggambarkan karakteristik khas dari sebuah berlian. Dan karena kesan mewah dan mahal itu pula, segala sesuatu yang berkaitan dengan industri berlian menjadi demikian spesifik. Pasarnya sangat spesifik, yaitu kalangan masyarakat dengan tingkat ekonomi di atas rata-rata. Begitu pun dengan pelaku pasarnya. Juga dengan sumber daya manusia (SDM) yang ada di dalam industri itu. Ingin mengetahui lebih dalam, tim redaksi Lantaibursa.id berkesempatan berbincang dengan Chief Operating Officer PT Central Mega Kencana (CMK), Petronella Soan, beberapa waktu lalu.

Sebagaimana diketahui, CMK merupakan perusahaan ritel perhiasan terbesar di kawasan Asia Tenggara yang membawahi empat brand, yaitu Mondial, Frank & Co., Miss Mondial dan The Palace. Dimulai sejak 1970, bisnis CMK kini bukan hanya berkutat pada aktifitas ritel emas dan berlian, namun juga berkiprah di ranah hulu dengan memiliki pabrik sendiri. Lalu bagaimana manajemen CMK selama ini menjalankan bisnis yang sedemikian besarnya? Adakah hal-hal otentik di industri berlian yang berbeda dengan bisnis lainnya? Berikut hasil perbincangan dengan Petronella Soan yang kami rangkum dalam bentuk tanya-jawab.

 

Baru saja CMK meresmikan gerai ke-100. Apakah sedemikian besarnya potensi bisnis yang ada sehingga CMK tidak ragu dalam melakukan ekspansi?

Ketika ditanya potensi dari bisnis ini, Saya berani menjawab bahwa potensinya sangat besar. Dengan bermain di segmen pasar high-end, ceruk pasar ini sama sekali tidak terganggu dengan fluktuasi daya beli di masyarakat. Tidak bergantung dengan kondisi ekonomi global maupun domestik. Demand selalu terjaga. Tinggal bagaimana kita sebagai pelaku industrinya mampu menjawab besarnya permintaan itu.

 

Apakah tingginya potensi pasar itu tercermin dalam realisasi hasil kinerja bisnis CMK di tahun 2017 lalu?

Sangat tercermin. Makanya di internal kami, tahun 2017 kami menyebutnya sebagai tahun tersenyum. Penjualan kami tumbuh dua digit, sekitar 28 persen. Ini jelas hasil yang patut disyukuri di tengah kondisi bisnis ritel yang banyak orang bilang masih challenging. Kami masih juga bisa bertahan ketika banyak orang meramalkan bahwa tren ritel bakal beralih ke online. Di satu kondisi mungkin ramalan itu ada benarnya, tapi Saya rasa tidak (terjadi) di bisnis perhiasan, khususnya berlian.

 

Kenapa begitu?

Karena Saya sepenuhnya yakin, kami sepenuhnya yakin, bahwa untuk seseorang beli berlian, tentu dia harus lihat sendiri barangnya. Harus dipegang secara langsung, dicoba langsung dan sebagainya. Tidak bisa kalau dilakukan via online. Juga soal jaminan kualitas. Di kami benar-benar ada jaminan bahwa perhiasan yang dibeli benar-benar sesuai catatan karatnya. Misal emas, benar-benar 24 karat. Berlian juga demikian. Bisa langsung dicek. Kami tidak mau main-main soal itu karena bisnis perhiasan itu adalah soal kepercayaan.

 

Intinya soal kepercayaan?

Tentu saja. Begini contohnya. Coba Anda perhatikan kenapa hampir setiap orang yang ingin belanja perhiasan, hampir sebagian besar tempat atau toko yang dituju selalu langganan orang tuanya? Jadi sistemnya sampai turun-temurun. Kenapa demikian? Karena orang sudah percaya. Kualitasnya, harganya, modelnya dan lain-lain, mereka sudah percaya. Ketika seseorang sudah percaya dengan satu penjual, satu toko misalnya, mereka tidak akan coba-coba lagi dengan beli di tempat lain. Sampai nanti ke anaknya, ke cucunya, ke keluarga besarnya, mereka cenderung tidak akan pindah-pindah lagi. Dan jangankan di pembeli, di kami sendiri sebagai pelaku industrinya, kepercayaan juga adalah kunci utama dalam menjalankan bisnis.

 

Maksudnya?

Anda bisa bayangkan berapa investasi yang kami keluarkan untuk membuka satu gerai, misalnya. Bisa belasan miliar hanya untuk satu gerai. Lalu bagaimana bila penjaganya, para SDM yang ada di sana tidak bisa dipercaya? Bisa berabe. Hehehe… Lalu juga soal aktifitas di pabrik. Anda bisa bayangkan bila para perajin kami, para karyawan yang ada tidak bisa dipercaya. Satu unit berlian saja yang mereka ambil, misalnya, kerugian kami sudah berapa. Itu juga menjadi alasan kenapa SDM di industri ini sejauh ini masih sangat terbatas.

 

Oh ya? Berarti industri ini saat ini masih kekurangan SDM?

Sangat kekurangan. Tidak hanya SDMnya, tapi secara keseluruhan juga soal kapasitas produksinya. Ini yang menjadi pekerjaan rumah kami ke depan, bagaimana agar bisa terus menambah kepasitas produksi sesuai dengan permintaan pasar. Saat ini masih sangat minim. Karena itu juga kalau ada yang bertanya apakah berlian bisa dijual kembali? Saya tegaskan sangat bisa. Kami dengan senang hati akan membeli kembali kalau memang ada pelanggan yang ingin menjual berlian miliknya. Karena permintaan pasarnya demikian besar dan belum bisa kami penuhi sejauh ini. Kenapa? Ada banyak faktornya. Salah satunya soal keterbatasan SDM itu tadi.

 

Lalu bagaimana CMK selama ini mengatasi permasalahan minimnya ketersediaan SDM di pasar?

Yang ada selama ini biasanya berdasarkan kenalan atau rekomendasi. Ketika kami butuh (karyawan atau pekerja) biasanya banyak karyawan yang merekomendasikan saudaranya, temannya, kenalannya dan semacamnya. Jadi secara track record bisa dipertanggungjawabkan. Karena bagaimana pun kepercayaan tidak mudah untuk dibangun. Perlu waktu. Perlu proses. Tanpa adanya itu, tidak akan jalan. Begitu pun komitmen kami pada pelanggan. Kami sadar betul bahwa kepercayaan adalah segalanya. Maka kami tidak akan main-main dengan kepercayaan yang sudah diberikan pada kami. Kualitas adalah jaminan yang akan kami jaga betul. Tidak boleh ada toleransi. Ini yang menjadi backbone dan kekuatan bisnis kami selama ini. Tanpa adanya kepercayaan, kami tidak akan bisa tumbuh hingga sebesar ini. Bisa bertahan selama ini. Ini semua karena buah dari kepercayaan. Dan kami sangat bersyukur untuk hal itu. (JAT)

Check Also

Kekuatan Konsistensi dan Kedisiplinan

JAKARTA-Tampangnya paling terlihat awam sore itu. Di tengah para legenda musik rock macam Ahmad Albar, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *