Wednesday , August 22 2018
Home / Berita / Sepanjang Maret, BI: Rupiah Alami Penyusutan

Sepanjang Maret, BI: Rupiah Alami Penyusutan

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mengakui, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada Maret mengalami tren penyusutan. Tercatat hingga 14 Maret 2018, Rupiah telah terdepresiasi sebesar 0,27 persen.
Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Doddy Zulverdi mengatakan masih berlanjutnya tren pelemahan ini masih disebabkan sentimen rencana kenaikan suku bunga oleh The Fed pada akhir bulan ini.
“Rupiah memang masih sedikit melemah. Namun, dibandingkan negara high yield country, pelemahan Rupiah ini masih cukup minim dan lebih terjaga,” ucap Doddy di Jakarta, Rabu (14/3/2018).
Dia menerangkan, hanya Afrika Selatan yang pelamahan mata uangnya lebih rendah dari Indonesia yaitu hanya 0,17 persen. Sementara negara lainnya seperti Turki mata uangnya telah melemah 0,32 persen, Brazil 0,28 persen, dan Rusia 0,49 persen.
Doddy meyakini, peluang Rupiah untuk kembali menguat masih cukup besar. Hanya saja proses itu akan terjadi pasca FOMC Meeting yang akan diselenggarakan pada 21 Maret 2018.
Apalagi berbagai indikator ekonomi dalam negeri Indonesia menunjukkan data yang cukup positif. Seperti di antaranya inflasi yang tetap terjaga, pertumbuhan ekonomi lebih baik, dan juga cadangan devisa yang sangat mencukupi.
“Jadi, sebenarnya kalau melihat dari sisi domestik masih banyak peluang Rupiah untuk kembali menguat di level fundamentalnya. Apalagi, setelah FOMC Meeting terlaksana nanti pasar akan lebih stabil,” terang dia. (AVA)

Check Also

Aryaputra Teguharta Bakal Gugat OJK dan BEI Terkait Sengketa Saham BFIN

Jakarta – PT Aryaputra Teguharta (APT) yang mengaku kehilangan kepemilikan saham 32,32 persen di PT …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *