Wednesday , August 22 2018
Home / Berita / Kuartal IV, Pinnacle Investment Bakal Keluarkan Kembali ETF

Kuartal IV, Pinnacle Investment Bakal Keluarkan Kembali ETF

Jakarta – President & CEO PT Pinnacle Persada Investama (Pinnacle Investment), Guntur Putra mengungkapkan, Kuartal IV-2018 perseroan akan kembali menerbitkan reksa dana saham (ETF) yang mengacu pada salah satu indeks dari tiga indeks yang dirilis PT Bursa Efek Indonesia (BEI).
“Saat ini kami tertarik untuk memilih salah satu dari tiga indeks yang baru-baru ini diterbitkan BEI. Rencananya, ETF yang baru ini akan keluar pada kuartal keempat tahun ini,” ungkap Guntur di Jakarta, Rabu (30/5/2018).
Asal tahu saha, pada 17 Mei 2018, BEI telah meluncurkan tiga indeks baru yang terdiri atas IDX High Dividend 20 (IDXHIDIV20), IDX BUMN20 dan Jakarta Islamic Index 70 (JII70).
Menurut Guntur, sejauh ini pihaknya tengah mengkaji ketiga indeks tersebut untuk dijadikan acuan bagi produk baru ETF Pinnacle yang paling lambat diterbitkan pada akhir 2018. “Salah satu indeks baru tersebut akan kami jadikan acuan produk ketujuh kami,” imbuhnya.
Meski demikian, Guntur enggan menyebutkan salah satu dari ketiga indeks tersebut yang paling potensial untuk menjadi acuan ETF terbaru Pinnacle.
“Kami belum bisa menyebutkan indeks mana yang akan dipilih. Saat ini masih dalam kajian dan kami sedang mengevaluasi indeks-indeks tersebut,” ucap Guntur.
Lanjut dia, hari ini perseroan meluncurkan ETF pasif sebagai merupakan produk keenam milik Pinnacle yang mengacu pada IDX30. “IDX30ETF ini memiliki kode XPID yang mengikuti kinerja IDX30,” katanya.
Menurutnya, saat ini industri pengelolaan reksa dana saham sudah memiliki 19 produk ETF. “Kali ini kami memilih IDX30 sebagai acuan karena indeks ini memiliki market cap dan likuiditas paling unggul dibanding IDX lainnya,” ucap Guntur.
Bahkan, sambung dia, saat simulasi dalam kurun sepuluh tahun terakhir untuk produk XPID, return yang diperoleh bisa lebih tinggi satu persen dari IDX30.
“Padahal, risiko pada ETF ini tetap sama dengan risiko di IDX30,” tutup dia.

Check Also

Aryaputra Teguharta Bakal Gugat OJK dan BEI Terkait Sengketa Saham BFIN

Jakarta – PT Aryaputra Teguharta (APT) yang mengaku kehilangan kepemilikan saham 32,32 persen di PT …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *