Friday , June 22 2018
Home / Berita / Selain Donasi Buku, Agung Podomoro Ajak 1.200 Anak Yatim Piatu “Bukber”

Selain Donasi Buku, Agung Podomoro Ajak 1.200 Anak Yatim Piatu “Bukber”

JAKARTA – Dalam momentum Bulan Ramadan, PT Agung Podomoro Land Tbk. (APLN), salah satu perusahaan properti dan real estate terbesar di Indonesia, melalui Yayasan Agung Podomoro Land (YAPL), menggelar buka puasa bersama dan memberi santunan kepada 1.200 anak yatim di Hotel Pullman Jakarta Central Park pada Selasa (22/5). Selain berbuka puasa, YAPL bersama PT Prima Buana Internusa (Inner City Management) mendonasikan 5.000 buku untuk anak-anak Indonesia.

Direktur Utama PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN), Cosmas Batubara, mengatakan kegiatan buka puasa bersama dan pemberian santunan telah menjadi agenda rutin tahunan perusahaan. Dengan kegiatan ini, perusahaan ingin berkontribusi kepada masyarakat, terutama anak-anak yatim. “Kami bersyukur dapat kembali berbagi bersama anak-anak masa depan bangsa Indonesia di bulan yang suci ini. Bulan Ramadan menjadi momentum bagi kami untuk memperkuat hubungan persaudaraan,” kata Cosmas dalam sambutannya.

Mengangkat tema “1.200 Anak Yatim Buka Puasa Bersama, Dengan Semangat Ramadhan Membangun Semangat Ramadhan membangun Kreatifitas & Akhlak Anak Bangsa,” kegiatan kali ini melibatkan 1.200 anak yatim yang merupakan anak-anak binaan YAPL yang berdomisili di sekitar proyek-proyek unit bisnis APLN, mulai dari Baywalk Mall, Green Bay Pluit, Emporium Pluit, Central Park, Soho Podomoro City, Senayan City, Metro Park, serta trade mall seperti Thamrin City, Mangga Dua Square, sampai Harco Glodok. “Kami ingin masyarakat yang berada di sekitar proyek APLN dapat merasakan langsung kehadiran perusahaan di tengah-tengah mereka,” ucap dia.

Dalam kegiatan ini, Yayasan APL dan Inner City Management selaku pengelola properti yang merupakan unit usaha Agung Podomoro Group melakukan Corporate Social Responsibility (CSR) Program “Seribu Buku, Sejuta Pengetahuan”. Program ini melibatkan para penghuni dari kawasan-kawasan APLN untuk berdonasi buku anak-anak, sekaligus memperingati Hari Pendidikan Nasional serta Hari Kebangkitan Nasional pada 2 dan 20 Mei 2018.

Program “Seribu Buku, Sejuta Pengetahuan” didasarkan pada data dari United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) yang menyebutkan bahwa Indonesia berada di peringkat 60 dengan tingkat literasi rendah. Persentase minat baca anak Indonesia hanya 0,01 persen. Artinya, dari 10.000 anak bangsa, hanya satu orang yang senang membaca. Data ini menunjukkan tingginya minat baca di Indonesia masih tertinggal jauh dari Singapura dan Malaysia.

Ketua Yayasan APL yang juga Wakil Direktur Utama APLN, Indra Wijaya Antono, menjelaskan kegiatan ini sekaligus meningkatkan literasi anak-anak Indonesia. Program ini pun selaras dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayan yang tengah gencar meningkatkan budaya membaca di anak-anak.

“Kami ingin memberikan kemudahan akses kepada anak-anak untuk membaca buku. Kami berharap minat baca anak-anak semakin meningkat dan program ini diterima masyarakat luas,” kata Indra Wijaya.

Program donasi buku ini sudah dimulai sejak awal Maret sampai 22 April 2018 lalu. Selama periode tersebut, buku-buku telah terkumpul dari para penghuni yang melibatkan lima kawasan antara lain Podomoro City, Grand Emerald, Gading Nias, Green Bay Pluit, dan The Lavande. Yayasan APL membagi-bagikan buku tersebut secara serentak ke beberapa lembaga, Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), dan sekolah-sekolah.

Bambang Setiobudi, Direktur Utama PT Prima Buana Internusa (Inner City Management), menyebutkan bahwa awalnya hanya menargetkan 1.000 buku, yang terdiri dari buku pelajaran, buku cerita, buku pengetahuan umum, serta mainan yang layak secara fisik. “Kami tak menyangka bisa mendapatkan 5.000 buku dan jauh melebihi target. Setelah melihat antusiasme para penghuni yang besar, Kami akan terus menjalankan program positif ini. Kami ingin berpartisipasi dalam meningkatkan pendidikan anak-anak Indonesia,” ujar Bambang.

Buku-buku tersebut selanjutnya diserahkan kepada Himpunan Mahasiswa Studi Klub Sejarah Universitas Indonesia dan Ikatan Mahasiswa Maluku Tenggara Barat, yang nantinya akan dijadikan bagian dari program bakti sosial. Adapun sebagian lainnya telah dibagikan di sekitar wilayah Muara Angke yang diwakili oleh Yayasan APL, Green Bay Pluit, serta melibatkan Kelurahan Pluit. Yayasan APL dan Inner City Management bekerja sama dengan dua organisasi kemahasiswaan tersebut karena memiliki kesamaan visi dan misi untuk meningkatkan pendidikan di Indonesia.

“Kami menyadari bahwa buku adalah pintu pertama dalam membangun generasi muda. Kami pun memiliki program yang selaras dengan bidang pendidikan dan semoga kerja sama dengan Yayasan APL dan Inner City Management ini terus berlanjut,” ujar Ketua Studi Klub Sejarah UI, Tommy Dwiguna.

Ketua Ikatan Mahasiswa Maluku Tenggara Barat, Cantiago Layan, mengapresiasi Yayasan APL dan Inner City Management yang sangat peduli terhadap minat baca anak-anak, terutama di wilayah timur Indonesia.

“Buku-buku ini sangat berarti sekali bagi anak-anak di Maluku Tenggara Barat. Kami berharap ini akan menjadi langkah nyata untuk meningkatkan minat baca yang lebih baik lagi dan kualitas pendidikan anak-anak di Indonesia Timur,” tuturnya. (AHM)

Check Also

Percepat Antrean Pesawat, Pemerintah Bangun Penghubung Runway

Guna mengurangi antrean pesawat saat akan take off, serta mengantisipasi pertumbuhan jumlah penumpang yang pertahunnya …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *