Wednesday , August 22 2018
Home / Sosok / Siapa Sangka di Balik Gurihnya Salted Egg Snack Singapura Itu Hasil Olahan Anak Bangsa

Siapa Sangka di Balik Gurihnya Salted Egg Snack Singapura Itu Hasil Olahan Anak Bangsa

Siapa yang tidak mengenal cemilan kekinian khas Singapura Fish Skin Salted Egg dengan label merk Irvin’s?!, Produk makanan ringan yang hampir 2 tahun belakangan ini digemari wisatawan yang berkunjung ke Negeri Singa tersebut merupakan produk hasil olahan dan kejelian pengusaha keturunan Indonesia.

Yups, Irvin dan Ircahn, yang merupakan kakak beradik ini, mencoba peruntungan bisnis di Negeri Orang. Lulusan Commerce dan IT Monash University Australia ini awalnya hanya ingin memilik sebuah restaurant saja. Mencoba berbagai macam jenis taste dari para chef, akhirnya ia menemukan taste yang menurutnya akan bisa membawa keberuntungan.

“Awalnya food tasting dari para chef yang melamar, akhirnya aku memasukan menu Salted Egg karena menurutku ini rasa yang sangat pas” ujar lelaki kelahiran Indonesia 23 Juni 1985 ini.

Salted Egg Crab menjadi salah satu menu andalannya selain Slated Egg Chicken dan Tofu. Kemudian melihat demand akan menu berbahan dasar telur asin tersebut sangatlah tinggi, ia kembali mencoba menu baru lainnya yang masih berbumbu Salted Egg yakni Salted Egg Fish Skin yang saat ini menjadi incaran para wisatawan Singapura. (Baca Juga : PP Properti Tawarkan Kupon Obligasi Hingga 9,25%)

Menurut Irvin, saat itu dirinya mendapatkan ide untuk menjadikan produk olahannya menjadi produk yang gampang dibawa pulang tanpa perlu antri menunggu. “Akhirnya kami memutuskan untuk menjual cemilan tersebut didalam toples sehingga para pelanggan tidak perlu menunggu lama masakannya serta awet untuk dibawa bepergian jauh” tambahnya.

Ircahn, adik Irvin yang merupakan fotografer profesional akhirnya turut membantu bisnis sang mama yang membuat beberapa terobosan seperti mengganti kemasan yang awalnya toples menjadi kemasan masa kini seperti layaknya kemasan snack.

Menurut mereka tantangan terbesar dalam berbisnis adalah biaya. Di Singapura, jika produk yang dijual tidaklah laku, maka sudah dipastikan akan segera bangkrut kecuali bagi mereka yang memiliki banyak uang.

Singapura menjadi pilihan mereka dalam memulai usaha bisnis, dikarenakan kedua orangtua yang bekerja di Singapura. Saat ini Irvin’s Salted Egg telah memiliki beberapa cabang, salah satunya di Bandar Udara paling bergengsi yakni Changi Airport dan menjadi salah satu toko yang ramai dikunjungi turis yang berada di Changi Airport.

Kakak beradik itu berharap, bisnis yang dibangun dari bawah itu mampu bertahan lama dan tidak seperti bisnis food and beverage (FnB) pada umumnya yang hanya bertahan 1 hingga 2 tahun.

“Kami akan terus menjaga kualitas produk kami, sehingga akan terus bertahan di industri ini” tutupnya.

Check Also

Bank Bisa Jadi Tak Dibutuhkan Lagi

Industri jasa keuangan Tanah Air dewasa ini diramaikan dengan banyak bermunculannya perusahaan-perusahaan penyedia layanan jasa …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *