Tuesday , August 21 2018
Home / Berita / Siasati Pelemahan Rupiah, Semen Baturaja Mulai Ekspor Klinker ke Australia

Siasati Pelemahan Rupiah, Semen Baturaja Mulai Ekspor Klinker ke Australia

Lampung – PT Semen Baturaja (Persero) Tbk mengekspor semen setengah jadi (klinker) ke Australia. Pada ekspor perdana kali ini, Klinker diangkut dari Pelabuhan Panjang, Lampung menuju Pelabuhan Bulwer Island, Brisbane, Australia pada 9 Mei 2018.

Direktur Utama Semen Baturaja (SMBR), Rahmad Pribadi, mengatakan sejak perseroan berdiri pada 1974, baru pada kesempatan kali ini ekspor mulai dilakukan, bersamaan dengan terjadinya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS.

Terkait pelemahan rupiah yang minggu ini telah menembus Rp 14 ribu, Rahmad mengatakan hal itu harus disiasati secara cerdas, agar bisa menjadi berkah buat perseroan.

Rahmad justru menilai melemahnya rupiah justru dapat menguntungkan eskportir sekaligus meningkatkan ekspor Indonesia ke negara lain.

“Saya pikir saat ini adalah momentum yang paling tepat untuk memulai ekspor, termasuk ekspor klinker yang baru saja kami lakukan,” ujarnya.

Rahmad mengemukakan ekspor perdana kali ini merupakan uji pengiriman (trial cargo) dengan volume  sebesar 30 ribu metrik ton. Nilainya, menurut Rahmad sekitar 1 juta dollar AS.

“Apabila trial cargo berhasil dengan baik, akan diikuti dengan kontrak jangka panjang,” katanya.

Pada ekspor perdana kali ini, PT Sucofindo menjadi lembaga yang ditunjuk Semen Baturaja sebagai surveyor yang melakukan pengambilan sampling dan analisis klinker yang akan diekspor.

Sementara PT Pelindo II (Persero) cabang Panjang, Lampung, kata Rahmad berperan sebagai lembaga yang ditunjuk Semen Baturaja untuk jasa stevedoring dan trucking di Pelabuhan Panjang.

Rahmad mengemukakan Semen Baturaja mengekspor klinker sebagai langkah strategis perseroan untuk mengantisipasi kelebihan pasokan (over supply) semen di Indonesia, meningkatkan utilisasi pabrik yang ada dan menyiasati pelemahan kurs rupiah.

Selain itu, Semen Baturaja, kata Rahmad, juga ingin membuktikan jika produk klinker dan semennya memenuhi standar kualitas ekspor di Australia, yang selama ini sulit ditembus.

“Karena persyaratannya sangat ketat,” tuturnya.

Rahmad menambahkan, potensi ekspor komoditi klinker dan semen ke sejumlah negara saat ini prospeknya sangat menjanjikan. Rahmad memprediksi akan terjadi booming pada 2018 ini dan pada tahun-tahun berikutnya menyusul menurunnya nilai tukar rupiah dan meningkatnya permintaan di pasar internasional.

Peningkatan ekspor menurutnya akan berdampak pada perekonomian nasional yang akan semakin membaik.(ART)

Check Also

Bank DKI Tambah Prestasi Berkat Kinerja Keuangan Positif 

JAKARTA – Catatkan kinerja keuangan positif pada triwulan II 2018, Bank DKI raih 3 penghargaan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *