Saturday , June 23 2018
Home / Berita / Jelang Lebaran, Pupuk Indonesia Pastikan Stok Pupuk Aman 
lantaibursa.id/MS Fahmi (kiri-kanan) Direktur Teknologi PT Pupuk Indonesia M. Djohan Safri, Direktur Keuangan Indarto Pamoengkas, Direktur Utama Aas Asikin Idat, Direktur Sumber Daya Manusia dan Tata Kelola Achmad Tossin Sutawikara, dan Direktur Investasi Gusrizal berbincang disela-sela acara penawaran obligasi di Jakarta, Senin (12/06).

Jelang Lebaran, Pupuk Indonesia Pastikan Stok Pupuk Aman 

JAKARTA – Pasokan pupuk menjelang hari raya saat ini cukup untuk kebutuhan hingga 2 bulan ke depan, demikian diungkapkan Ka. Corporate Communication PT Pupuk Indonesia (Persero), Wijaya Laksana di Jakarta (9/6).

Untuk total stok pupuk secara nasional hingga per 7 Juni 2018 lini III dan IV sebesar 1.264.532 ton dari ketentuan minimum sebesar 279.462 ton. Adapun
rincian stok pupuk terdiri dari 534.911 ton Urea, 340.801 ton NPK, 144.198 ton SP-36, 135.769 ton ZA, dan 108.853 ton Organik. “Stok ini cukup untuk memenuhi kebutuhan petani selama dua bulan kedepan”, ujar Wijaya.

Wijaya Laksana juga menambahkan bahwa menjelang liburan hari raya, Pupuk Indonesia Group melakukan beberapa strategi seperti pengamanan ketersediaan pasokan pupuk di daerah dan kelancaran penyaluran pupuk di daerah sesuai dengan standarisasi 6 tepat. PT Pupuk Indonesia (Persero) memiliki jaringan distribusi yang kuat di seluruh Indonesia, khusus untuk memenuhi kebutuhan pupuk di sektor pertanian dan tanaman pangan.

Saat ini PT Pupuk Indonesia, yaitu 1.542 distributor, 45.005 kios, 18 unit Armada Kapal, 652 unit Gudang Lini II & III dengan kapasitas sebesar 2.981.078 ton lebih dan total kapasitas Gudang kurang lebih 3.548.478 ton, Gudang Lini I dengan kapasitas 567.400 ton, 3 unit (14 distribution center) pengantongan pupuk di Lini II, 4 Dermaga Kapal (PT Pupuk Iskandar Muda, PT Pupuk Kalimantan Timur, PT Pupuk Sriwidjaja Palembang, dan PT Petrokimia Gresik), 6.288 unit armada truk, dan Voyage ± 194 rute.

Dalam menjamin distribusi pupuk urea bersubsidi dan mencegah terjadinya penyimpangan penyaluran di lapangan, pemerintah menerapkan sistem Distribusi Pupuk Bersubsidi secara tertutup dengan mempergunakan sistem distribusi dengan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

Sesuai ketentuan Kementerian Pertanian, produsen pupuk diwajibkan menyimpan stok sampai untuk kebutuhan dua minggu ke depan namun pada prakteknya, Pupuk Indonesia menyiapkan Stok setara dengan stok untuk satu bulan ke depan. Hal ini untuk mencegah terjadinya kelangkaan pada saat terjadi lonjakan permintaan di musim tanam.

“Pupuk Indonesia taat kepada peraturan pemerintah, dalam menjalankan amanah untuk pendistribusian pupuk sesuai prinsip 6 Tepat, yaitu tepat waktu, tepat jumlah, tepat tempat, tepat jenis, tepat mutu dan tepat harga,” tutup Wijaya. (AHM)

Check Also

Percepat Antrean Pesawat, Pemerintah Bangun Penghubung Runway

Guna mengurangi antrean pesawat saat akan take off, serta mengantisipasi pertumbuhan jumlah penumpang yang pertahunnya …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *