Wednesday , August 22 2018
Home / Berita / AISA Disuspen Karena Tunda Bayar Bunga Obligasi, Rating-nya Bakal Terpangkas Lagi

AISA Disuspen Karena Tunda Bayar Bunga Obligasi, Rating-nya Bakal Terpangkas Lagi

Jakarta – Bursa Efek Indonesia menghentikan sementara perdagangan efek (saham dan obligasi) PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA), berlaku sejak sesi I perdagangan hari ini, Kamis (5/7/2018). Penghentian sementara perusahaan consumer goods yang dikenal dengan produk beras Maknyuss dan makanan ringan Taro ini diberlakukan hingga pengumuman bursa lebih lanjut.

Irvan Susandy, Kepala Divisi Operasional Perdagangan BEI menjelaskan, BEI hentikan sementara perdagangan efek AISA dengan merujuk surat Kustodian Sentral Efek Indonesia pada 4 Juli 2018 tentang penundaan pembayaran bunga atas obligasi dan sukuk ijarah TPS Food I tahun 2013.

“Maka bursa memutuskan untuk melakukan penghentian sementara perdagangan efek ini,” kata Irvan dalam pengumuman resminya.

Direktur Utama ASIA, Joko Mogoginta dalam keterbukaan informasinya pada 26 Juni 2018 menjelaskan bahwa pasca persoalan bisnis beras, kondisi keuangan perusahaan tidak sekondusif dahulu. Perseroan akan melepas bisnis beras ini dan saat ini masih dalam proses penawaran dan meyakini setelah pokok permasalahan dibereskan, nilai perusahaan akan kembali secara perlahan. “Manajemen dan pemegang saham pendiri tidak akan lari walau sesulit apapun kondisinya,” tegasnya.

Sementara itu, Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mencatat bahwa perusahaan harus membayar kupon bunga senilai total Rp109,3 miliar pada Juli ini. Padahal, berdasarkan analisis keuangan yang dilakukan Pefindo, kas perusahaan hanya tersisa sebesar Rp30-40 miliar per Mei 2018.

Pada Mei 2018, Pefindo pun telah mengumumkan bahwa perusahaan telah menetapkan peringkat perusahaan pada CCC dengan status Credit Watch dengan Implikasi Negatif sehubungan lemahnya antisipasi perusahaan terhadap risiko likuiditas pembayaran kupon bunga obligasi, sukuk I, dan sukuk II pada Juli 2018. Pefindo menyatakan bakal memangkas peringkat obligasi dan sukuk perseroan menjadi D bila terjadi gagal bayar.

Check Also

Aryaputra Teguharta Bakal Gugat OJK dan BEI Terkait Sengketa Saham BFIN

Jakarta – PT Aryaputra Teguharta (APT) yang mengaku kehilangan kepemilikan saham 32,32 persen di PT …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *