Wednesday , August 22 2018
Home / Berita / Minat Investor Berinvestasi di Startup Masih Tinggi

Minat Investor Berinvestasi di Startup Masih Tinggi

Jakarta – Membangun perusahaan rintisan tentu bukanlah perkara yang mudah. Milenial sebagai generasi yang mendominasi dalam pembagian kue bisnis rintisan ini memiliki karakter yang unik. Mereka seringkali terlalu fokus dan berorientasi pada inovasi untuk membangun produk dan pasar sehingga tak jarang melupakan urusan finansial. Padahal penganggaran merupakan salah satu elemen yang penting dilakukan sejak awal startup berdiri dan pengelolaan finansial yang baik akan berdampak pada keberlanjutan bisnis startup.

Hal yang banyak dilakukan guna menyelamatkan eksistensi startup adalah dengan menarik simpati para investor atau venture capitalist. Kisah sukses para startup “unicorn” di Indonesia sangat berpengaruh untuk menghidupkan ekosistem startup Indonesia yang melibatkan peranan investor baik lokal maupun asing. Hasil riset Google Indonesia dan AT Kearney pada 2017 menyebutkan, investasi startup di Indonesia sudah mencapai 40 triliun rupiah dan angka pada Januari – Agustus 2017 tumbuh 68 kali lipat dalam 5 tahun terakhir.

Amerika tercatat masih mendominasi besaran investasi startup dengan adanya kiblat startup global, Silicon Valley yang mencetak nama perusahaan teknologi tersohor seperti Google dan Apple. Namun, Asia menjadi wilayah yang menduduki porsi terbesar kedua dalam angka investasi startup dengan total $225 miliar. Hal ini tentunya membawa angin segar bagi para pelaku startup di Indonesia, terlebih Indonesia merupakan wilayah dengan pertumbuhan valuasi paling tinggi.

Hasil riset Google Indonesia dan AT Kearney juga merilis, hingga saat ini porsi layanan startup masih didominasi oleh dua industri utama, yaitu e-commerce mencapai hingga 58% dan transportasi mencapai 38%. Meskipun demikian, jumlah aliran modal dari investor bagi startup – startup kategori lain nilainya juga kian meningkat. Sebagai contoh, investasi besar di kategori lain dalam beberapa tahun ke belakang yang biasanya di angka $500 juta, kini sudah bisa menembus angka $1 miliar untuk sekali investasi.

Pertumbuhan pengguna serta perkembangan teknologi dan internet di Indonesia merupakan salah satu alasan investor asing tertarik untuk berinvestasi di Indonesia. “Tingginya minat para venture capitalist dalam membelanjakan investasi bagi startup diprediksi akan menjadi tren dengan nilai investasi yang semakin tak terbayangkan,” ujar FX Iwan, Independent Wealth Management Advisor, yang turut menyarankan para pelaku startup di Indonesia untuk semakin pintar dan jeli dalam mengelola finansial perusahaan mereka.

Karena itu, ia menilai banjir modal yang dihadapi oleh para startup Indonesia ini menjadi tantangan yang cukup krusial dalam strategi pengembangan sebuah perusahaan rintisan. Pasalnya, faktor pengelolaan finansial menjadi kunci dalam kesuksesan perusahaan.

Check Also

Aryaputra Teguharta Bakal Gugat OJK dan BEI Terkait Sengketa Saham BFIN

Jakarta – PT Aryaputra Teguharta (APT) yang mengaku kehilangan kepemilikan saham 32,32 persen di PT …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *