Wednesday , November 21 2018
Home / Berita / Mandom Bidik Penjualan Tumbuh Double Digit
Foto : mandom.co.id

Mandom Bidik Penjualan Tumbuh Double Digit

Jakarta – PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) menargetkan pertumbuhan penjualan double digit pada tahun ini. Sementara, penjualan perseroan di sepanjang tahun 2015 sebesar Rp 2,31 triliun atau tumbuh 0,3% dibanding tahun sebelumnya.

Direktur Managing Senior Mandom Indonesia, Herman Saleh mengatakan, pihaknya tetap optimis kinerja tahun ini akan lebih baik dibanding tahun lalu, meskipun kondisi perekonomian domestik dan global belum stabil.

“Kami akan tetap fokus untuk mewujudkan pertumbuhan penjualan double digit untuk dapat mencapai target penjualan sebesar Rp 3 triliun pada tahun 2017 mendatang,” tutur Herman, dalam paparan publik Mandom Indonesia, di Hotel Borobudur, Jakarta.

Untuk mencapai target penjualan tersebut, Herman mengungkapkan, perseroan bakal mengeluarkan produk-produk baru pada tahun ini. Selain itu, perseroan juga telah menyiapkan strategi guna mewujudkan target pertumbuhan penjualan.

“Kami akan berupaya mencapai target. Selain mengeluarkan produk baru, kinerja distributor akan kami tingkatkan melalui motifasi-motifasi yang akan kami berikan nanti,” tegasnya.

Sebagai informasi saja, di sepanjang tahun lalu tercatat penjualan pemilik merek Gatsby ini tumbuh tipis 0,3%. Hal itu karena, perseroan menghadapi berbagai rintangan pada tahun 2015.

“Tahun 2015, adalah tahun yang cukup berat bagi kami. Selain kondisi ekonomi baik domestik maupun global yang belum kondusif, peristiwa kebakaran yang terjadi di area produksi aerosol pada pertengahan tahun lalu cukup berdampak besar pada kinerja Mandom,” ungkapnya.

Namun dari segi profitabilitas, tercatat laba bersih Mandom di tahun lalu mencapai Rp 544 miliar atau tumbuh 209,7% dibanding tahun sebelumnya. “Pertumbuhan ini sebagian besar dikontribusi oleh laba dari penjualan tanah, bangunan kantor dan pabrik perseroan di Sunter, Jakarta Utara,” jelasnya.

Di 2015, penjualan domestik sebagai kontributor terbesar masih mencatat pertumbuhan 5,6% menjadi Rp 1,69 triliun. Dari segi ekspor, tercatat penjualan ekspor pada tahun 2015 sebesar Rp 618 miliar, atau turun 12% dari tahun 2014 yang sebesar Rp 702 miliar.

“Penurunan ini merupakan dampak dari terbatasnya suplai produk yang mengandung aerosol, karena selama ini produk aerosol memiliki kontribusi yang cukup besar pada penjualan ekspor yaitu 17%,” akunya.

Untuk itu, kata Herman, beberapa upaya bakal terus dilakukan untuk mempertahankan kinerja penjualan ekspor. “Diantaranya, dengan memperkuat penjualan produk non-aerosol di beberapa negara, menjalin kerjasama dengan perusahaan OEM (Original Equipment Manufacturer) di dalam dan luar negeri dalam upaya memenuhi permintaan produk yang mengandung aerosol,” pungkasnya. (wh)

Check Also

SMGR Gelontorkan Rp13 Triliun Ambil Alih 80,6% Saham Holcim

Jakarta – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) baru saja menandatangani Perjanjian Pengikatan Jual Beli …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *