Friday , February 22 2019
Home / Berita / Lepas Bisnis Inti,HD Capital Jajaki Properti
www.pickthebrain.com

Lepas Bisnis Inti,HD Capital Jajaki Properti

Jakarta-PT HD Capital Tbk (HADE) akan melepas kegiatan usaha utamanya dalam bisnis jasa perantara pedagang efek dan penjamin emisi efek. Perseroan telah mengikat perjanjian dengan KGI Capital Asia Limited (KGICA), sebuah broker saham yang berdomisili di Wanchai Hongkong, dalam transaksi penjualan 99% saham anak usaha Hasta Dana Sekuritas Indonesia (HDSI) senilai Rp82,65 miliar.

Dalam laporan keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia, Selasa (28/9), manajemen HADE menyatakan, perseroan sulit mempertahankan bisnis sekuritas karena modal yang dimiliki terbatas. Sementara, pemegang saham perseroan diragukan akan menyuntikkan investasi tambahan mengingat buruknya bisnis sekuritas saat ini.

Manajemen HADE beralasan, kompetisi di industri brokerage semakin ketat Apalagi dengan makin banyaknya kompetitor yang memiliki modal memadai yang diperoleh dari investor asing.

Berdasarkan kondisi tersebut, perseroan berencana untuk lebih fokus pada kegiatan usaha di bidang properti. Perseroan akan melakukan perubahan kegiatan usaha utama dari usaha perantara perdagangan efek ke bisnis investasi di bidang properti dan penasihat keuangan.

“Perseroan melihat bahwa terdapat kesempatan yang baik di industri properti, dimana industri properti dapat memberikan hasil yang lebih baik kepada investor, pemegang saham, dan pemangku kepentingan perseroan lainnya,” jelas manajemen HADE dalam laporan tersebut.

Rencana perubahan kegiatan usaha utama akan dilaksanakan bersamaan dengan rencana penggabungan usaha dengan PT Tuah Guenong Halimon dan PT Sugih Bara Selaras. Perseroan telah menandatangani nota kesepahaman dengan kedua perusahaan tersebut pada 20 Mei 2016.

Meski demikian, proses penggabungan usaha ini masih membutuhkan beberapa tahap lanjutan antara lain finalisasi proses uji tuntas (due diligence) dan izin penggabungan usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Perseroan juga akan menggelar RUPS Luar Biasa untuk meminta persetujuan pemegang saham terkait rencana tersebut pada 30 Juni 2016.

Saat ini, kepemilikan mayoritas di HD Capital dikuasai oleh publik sebesar 47,17% dan PT Maxima Financindo 33,83%. Sisanya dimiliki oleh Dana Pensiun Karyawan Bank Panin 9,57% dan PT Maxima Investindo Utama sebanyak 9,43%. (APR)

Check Also

BSDE Incar Marketing Sales Rp6,2 Triliun Tahun Ini, BSD City Masih Jadi Andalan

Tangerang — PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) mengincar perolehan penjualan marketing atau marketing sales …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *