Tuesday , March 2 2021
Home / Berita / Atasi Kredit Macet, Jamkrindo Gandeng Kajati Se-Indonesia
Penandatanganan Kerjasama Perum Jamkrindo dengan Jam Datun Bambang Setyo Wahyudi

Atasi Kredit Macet, Jamkrindo Gandeng Kajati Se-Indonesia

Jakarta – Perusahaan Umum Penjaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) menggandeng Kejaksaan Tinggi (Kajati) seluruh Indonesia dalam rangka penyelesaian kasus hukum terkait klaim dan subrogasi. Kerjasama tersebut dituangkan dalam nota kesepakatan yang ditanda tangani kedua pihak di Denpasar, Bali.

Direktur Utama Perum Jamkrindo Diding S Anwar mengatakan perseroan membutuhkan bantuan hukum Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jam Datun) di Kejaksaan Tinggi terkait persoalan piutang subrogasi tersebut.“Bantuan itu seperti pemberian bantuan hukum, pemberian pertimbangan hukum dan melakukan tindakan hukum yang lain,” kata Diding, Rabu (31/8).

Lebih lanjut dirinya mengungkapkan kerjasama perusahaan dengan kejaksaan khususnya dalam penanganan masalah hukum Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara menjadi semakin relevan terutama dalam meningkatkan wawasan/pengetahuan hukum, kewaspadaan atau kehati-hatian (pruden) dalam memutus klaim. Sehingga mitigasi risiko dan penyelamatan keuangan negara dapat dilakukan sejak dini.

Dengan dilakukannya kerjasama tersebut, juga sangat sangat dibutuhkan saat Jamkrindo mendapat somasi dan gugatan dari mitra penerima jaminan. “Kami membutuhkan legal opinion dari pihak Kejaksaan agar dapat meminimalisir risiko hukum dan keputusan klaim yang diambil tidak melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” jelas Diding.

Diding menuturkan, potensi subrogasi sangat besar. Saldo subrogasi Perum Jamkrindo secara keseluruhan per tanggal 31 Juli 2016 adalah hanmpir mencapai Rp. 4.2 triliun lebih. “Selama periode Januari – Juli 2016 perusahaan telah membukukan pendapatan Subrogasi sebesar Rp. 127 miliar. Sedangkan klaim yang dibayarkan pada periode Januari – Juli 2016 adalah sebesar Rp. 455 miliar,” ungkapnya.

Berikut ini adalah saldo piutang subrogasi di wilayah Kanwil V, VI, VII dan VIII sampai dengan posisi 31 Juli 2016, yaitu Kanwil V (Semarang) Rp. 427 miliar, Kanwil VI (Surabaya) Rp. 654 miliar, Kanwil VII (Denpasar) Rp. 229 miliar dan Kanwil VIII (Banjarmasin) Rp. 267 miliar.

Penandatangan kerjasama dengan Kejaksaan dalam hal ini Jam Datun rencananya akan dilakukan dalam 3 batch. Batch I telah dilaksanakan sebelumnya di Makassar, dimana Kantor Cabang Perum Jamkrindo di wilayah kerja Kanwil IX (Makassar) bersama dengan Kejati Sulawesi Selatan, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Maluku, Maluku Utara, Papua telah menandatangani Kesepakatan Bersama tersebut pada tanggal 4 Mei 2016.

Untuk pelaksanaan Batch II yang dilakukan di Denpasar ini, dimana Kantor Cabang Perum Jamkrindo di wilayah kerja Kanwil V (Semarang), Kanwil VI (Surabaya), Kanwil VII (Denpasar) dan Kanwil VIII (Banjarmasin) bersama dengan Kejati Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur.

Usai penandatanganan, pihaknya juga menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk membahas teknik dan strategi pengoptimalan penagihan subrogasi yang akan dilakukan oleh Divisi Klaim dan Subrogasi Jamkrindo.

“Semoga dengan ditandatanganinya Kesepakatan Bersama ini sinergisitas antara Perum Jamkrindo dan Kejaksaan dapat melindungi pengelolaan keuangan negara dengan baik, serta menyelamatkan keuangan negara sejak dini,” tutup Diding

Check Also

Fasilitas Kesehatan Lengkapi Fasilitas Jakarta Garden City

Jakarta – PT Mitra Sindo Sukses selaku pengembang Jakarta Garden City dan PT Siloam Medika …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *