Thursday , September 24 2020
Home / Berita / Others / BBTN Kantongi Laba Bersih Rp1,6 Triliun
Booth BBTN di sebuah pameran properti di Jakarta. Laba BBTN per triwulan III/2016 mencapai Rp1,6 triliun, melambung hingga 32,6 persen dibanding capaian pada periode sama tahun sebelumnya.

BBTN Kantongi Laba Bersih Rp1,6 Triliun

Jakarta-PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) mengumumkan hasil kinerjanya dalam sembilan pertama tahun 2016 ini. Hingga 30 September 2016 lalu, perusahaan milik pemerintah yang berfokus pada bisnis pembiayaan perumahan tersebut berhasil mengantongi laba bersih sebesar Rp1,6 triliun, atau tumbuh sebesar 32,6 persen dibanding capaian laba bersih periode sama tahun lalu yang masih sebesar Rp1,2 triliun. Porsi pertumbuhan laba tersebut jauh di atas rata-rata pertumbuhan industri per Agustus 2016 yang berada di kisaran 9,14 persen. “Pertumbuhan (laba) ini lebih berasal dari meningkatnya pendapatan bunga bersih dan perolehan fee based income (FBI) yang sangat positif. Kami optimistis bakal dapat mempertahankan laju pertumbuhan ini dan mencapai target pada akhir tahun nanti,” ujar Direktur Utama Bank BBTN, Maryono, usai paparan kinerja, di kantornya, Jakarta, Snein (24/10).

Secara keseluruhan, menurut Maryono, capaian kinerja BBTN sangat baik dan secara rata-rata tumbuh di atas industri perbankan nasional. Meski perekonomian nasional tengah melambat dan berdampak pada perlambatan pertumbuhan kredit serta naiknya persentase kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL), BBTN diklaim Maryono tetap mampu survive dengan mempertahankan tingkat pertumbuhan kredit yang tinggi namun tetap dalam kualitas yang baik. Posisi aset BBTN per 30 September 2016 tercatat sebesar Rp197,3 triliun atau tumbuh 18,8 persen dari posisi sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp166 triliun. Pada saat yang sama, rata-rata pertumbuhan aset industri per Agustus 2016 hanya di kisaran 6,2 persen. Kredit dan pembiayaan tumbuh 16,9 persen dari Rp131,6 triliun pada tahun 2015 menjadi Rp153,8 triliun pada 30 September 2016, sedangkan rata-rata industri per Agustus 2016 hanya tumbuh di kisaran 6,8 persen. Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tumbuh 18,5 persen dari Rp124,5 triliun menjadi Rp147,5 triliun untuk perbandingan periode yang sama, sementara pertumbuhan industri hanya di kisaran 5,6 persen. Pertumbuhan DPK BBTN tertinggi terjadi di produk giro. Pendapatan bunga (interest income) pada triwulan III?2016 tercatat sebesar Rp12,8 triliun, tumbuh 12,8 persen Rp11,4 triliun pada triwulan III/2015 lalu. Sedangkan net interest income  tercatat Rp5,5 triliun pada triwulan III/2016, meningkat 12,9 persen dibanding posisi sama tahun 2015 yang sebesar Rp5,0 triliun.

Check Also

Puluhan Perusahaan Raih Penghargaan di “Indonesia CSR PKBL Award 2020”

JAKARTA – Keberadaan perusahaan swasta dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bukan hanya sekadar mengejar …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *