Friday , September 25 2020
Home / Berita / Dana Repatriasi Mengalir Rendah Ke Dalam Negeri
Foto : uang.info

Dana Repatriasi Mengalir Rendah Ke Dalam Negeri

Jakarta – Fasilitas pengampunan pajak tahap pertama telah berakhir. Meski begitu, jumlah dana repatriasi yang masuk baru mencapai Rp137 triliun, padahal pemerintah berambisi dapat mengantongi dana segar sebesar Rp1.000 triliun hingga Maret 2017 mendatang.

Ketua Komisi XI DPR, Melchias Marcus Mekeng menilai, dana repatriasi yang masuk ke dalam negeri terbilang rendah jika dibandingkan dengan estimasi awal yang disampaikan pemerintah, meski diyakini dana masuk akan terus bergulir.

“Itu dana repatriasi akan mengalir bertahap, karena kalau wajib pajak mempunyai uang yang ditaruh di luar negeri, lalu diminta untuk pindah ke negara lain, maka membutuhkan proses,” katanya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (11/10).

Lebih lanjut dirinya mengatakan, pada periode kedua program amnesti pajak masih akan banyak wajib pajak kakap yang akan memanfaatkan pengampunan pajak bertarif 3%. “Para wajib pajak mesti memandang rendahnya tarif sebesar 3% itu, jika dibandingkan PPh 25%,” imbuhnya.

Kendati periode besaran tarif 2% sudah lewat, kata dia, para wajib pajak akan terus mengikuti program amnesti pajak, karena pemilik aset besar masih membutuhkan waktu untuk mengkalkulasi penggunaan dana.

“Saya yakin semua wajib pajak, baik yang besar maupun yang kecil dan menengah masih akan memanfaatkan program tax amnesty ini hingga periode terakhir,” papar Mekeng.

Sebagaimana diketahui, hingga siang hari ini (11/10), dana deklarasi mencapai Rp3.821,69 triliun, dengan komposisi deklarasi dalam negeri sebanyak Rp2.698,46 triliun, deklarasi luar negeri Rp980,55 triliun dan dana repatriasi Rp142,67 triliun. Sedangkan, pembayaran dana tebusan Rp93,93 triliun.

Check Also

PGN Saka Kejar Penyelesaian Dan Efisiensi Lapangan Sidayu

JAKARTA – PT Saka Energi Indonesia (PGN SAKA) sebagai Anak Perusahaan PT Perusahaan Gas Negara …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *