Tuesday , September 29 2020
Home / Berita / Others / NPL Melambung, OJK: Jangan Khawatir
Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D Hadad menyatakan bahwa kondisi NPL yang naik jangan ditanggapi dengan kekhawatiran yang terlalu berlebihan

NPL Melambung, OJK: Jangan Khawatir

Jakarta-Melambatnya pertumbuhan ekonomi Tanah Air mulai menunjukkan imbasnya. Seiring dengan kinerja sektor riil yang melesu, catatan perbankan untuk persentase kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) juga terus merambat naik. Per Agustus 2016, catatan NPL perbankan nasional telah mencapai level 3,22 persen, atau meningkat dibanding posisi per Juli 2016 yang masih di level 3,18 persen. Meski demikian, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai bahwa secara umum kondisi yang terjadi masih relatif stabil dan tidak perlu dikhawatirkan. “Over all kapasitas bank-bank masih cukup kuat. Ini bisa dilihat dari rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) yang mencapai 23 persen. Itu cukup kuat, meski tetap saja kami meminta perbankan agar terus mengantisipasi segala risiko yang muncul,” ujar Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman Darmansyah Hadad, di Jakarta, Senin (24/10).

Pada dasarnya, menurut Muliaman, posisi NPL secara nett sebenarnya berada di level 1,4 persen. Dalam teorinya, posisi NPL di bawah 5 persen itu bisa diartikan bahwa kondisi normal dan masih baik-baik saja. “NPL Nett 1,4 persen itu artinya masih dalam keadaan normal. Jadi jangan sampai ada kekhawatiran yang berlebihan,” tutur Muliaman. Berdasarkan data OJK, Muliaman menyampaikan bahwa pertumbuhan kredit hingga Agustus 2016 adalah 6,83 persen dan hingga akhir tahun diperkirakan bakal berada pada kisaran enam hingga delapan persen. Meski memang terbilang rendah dibanding capaian tahun 2015, Muliaman menilai bahwa dilihat lebih dalam, sektor kredit yang melambat adalah valutas asing. Sedangkan pertumbuhan kredit rupiah malah tumbuh 10,7 persen atau melampaui perolehan pada periode sama tahun sebelumnya. “Di masa-masa akhir tahun (2016) ini kami berusaha mencari sumber pendorong intermediasi, yang tentu saja masih harus berlandaskan prinsip bisnis yang sehat dan prudent,” tegas Muliaman.

Check Also

Perusahaan Tower Ini Raih Kredit Rp150 Miliar dari Bank Mandiri

JAKARTA – Emiten, Penyedia Menara Telekomunikasi, Jasa dan Jaringan, PT Bali Towerindo Sentra Tbk. (BALI) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *