Thursday , October 1 2020
Home / Berita / Others / OJK Larang Konglomerat Ikut Berbisnis Gadai
Pusat Gadai Indonesia, salah satu perusahaan gadai swasta yang dalam beberapa waktu terakhir kian eksis di masyarakat

OJK Larang Konglomerat Ikut Berbisnis Gadai

Jakarta-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menerbitkan aturan berupa Peraturan OJK (POJK) tentang usaha penggadaian. Melalui Peraturan OJK (POJK) Nomor 31/POJK.05/2016 tentang Usaha Pegadaian yang resmi diterbitkan pada 29 Juli 2016 tersebut, OJK ingin memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha gadai swasta yang selama ini telah banyak eksis di masyarakat namun belum terdaftar dan memiliki ijin secara resmi dari otoritas. Dalam proses pemberian ijin tersebut, OJK mensyaratkan agar pelaku bisnis gadai swasta harus berbadan hukum dan bukan milik perseorangan. Selain itu, OJK juga mengkhususkan bisnis gadai untuk kalangan pelaku industri mikro saja. “Kalau kami berikan ke (pengusaha) nasional, nanti yang ikut ‘main’ para konglomerat lagi. Karena itu kami harapkan agar konglomerat tidak ikut ‘main’ di sini. Usaha gadai baiknya untuk (pelaku usaha) mikro saja,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK, Firdaus Djaelani, di Jakarta, Selasa (4/10).

Guna memperkuat batasan tersebut, menurut Firdaus, pihaknya telah menetapkan aturan untuk

modal disetor perusahaan pegadaian sebesar Rp500 juta untuk wilayah usaha kota atau kabupaten dan Rp2,5 miliar untuk lingkup usaha provinsi. Dengan demikian, bila pelaku usaha gadai swasta ingin membuka cabang di wilayah lain, mereka harus melakukan daftar ulang. Proses daftar ulang inilah yang diantaranya dapat menjadi barrier bagi para pengusaha besar untuk ikut masuk bisnis gadai swasta. “Kami bukannya berniat membatasi. Pelaku usaha pegadaian boleh saja buka di beberapa provinsi. Tapi dia harus daftar lagi per provinsi. Izinnya (per provinsi) harus satu-satu,” tutur Firdaus.

Check Also

Barito Pacific Siapkan Rp1 Triliun Untuk Aksi Buyback Saham

JAKARTA – PT Barito Pacific Tbk (BRPT) berencnana melakukan pembelian kembali saham perseroan (buyback). Adapun …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *