Sunday , August 1 2021
Home / Berita / Others / Triwulan III/2016, BBCA Kantongi Laba Rp15,1 Triliun
lantaibursa.id/MS Fahmi Presiden Direktur Bank BCA, Jahja Setiaadmadja (tengah) saat memaparkan kinerja BCA pada sembilan bulan pertama didampingi Presiden Komisaris Bank BCA, Djohan Emir Setijoso (dua kanan) serta jajaran direksi lainnya saat persiapan media briefing di Jakarta, Rabu (26/10).

Triwulan III/2016, BBCA Kantongi Laba Rp15,1 Triliun

Jakarta-PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) baru saja mengumumkan hasil kinerjanya di sepanjang tahun ini hingga akhir September 2016 lalu. Dari segi laba bersih, misalnya, bank milik Grup Djarum tersebut dalam sembilan bulan pertama tahun ini sukses mengantongi hingga Rp15,1 triliun, meningkat sebesar 13,2 persen dibanding capaian laba pada periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp13,4 triliun. Sedangkan pendapatan operasional yang terdiri dari pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) dan pendapatan operasional lain tercatat mencapai Rp39,7 triliun. Capaian tersebut terhitung tumbuh 15,2 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp34,4 triliun. “Tumbuhnya kinerja didukung oleh perolehan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang meningkat 6,7 persen year on year (YoY) menjadi Rp493,1 triliun. Selain itu dukungan juga datang dari keseluruhan aset produktif, dengan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian,” ujar Presiden Direktur BBCA, Jahja Setiaatmadja, di Jakarta, Rabu (26/10).

Pertumbuhan DPK sendiri, menurut Jahja, ditopang oleh pertumbuhan rekening giro dan tabungan (CASA) dengan kontribusi hingga 78,2 persen terhadap total DPK. Dalam catatan kinerja BBCA, dana giro tumbuh 10 persen yoy menjadi Rp126,2 triliun, sedangkan dana tabungan meningkat 8,4 persen yoy menjadi Rp 259,2 triliun. Dengan demikian, total CASA BBCA terhitung tumbuh 8,9 persen menjadi Rp385,4 triliun. Sedangkan dana deposito tetap stagnan di Rp 107,7 triliun.Outstanding portofolio kredit tercatat sebesar Rp386,1 triliun, atau tumbuh 5,8 persen secara yoy. Kredit konsumer tercatat sebesar Rp 106,4 triliun atau tumbuh 8,1 persen, di mana di dalamnya terdapat Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang tumbuh sebesar 7,3 persen menjadi Rp 62,2 triliun, Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) meningkat 9,5 persen menjadi Rp34,6 triliun dan karti kredit naik 8,6 persen menjadi Rp 9,7 triliun. “Sedangkan kredit korporasi tercatat Rp133,3 triliun, meningkat 5,7 persen secara yoy. Kredit komersial dan UKM sebesar Rp146,5 triliun, atau tumbuh 4,4 persen,” tegas Jahja.

Check Also

Di 2022, MDRT Indonesia Optimis Jumlah Anggota Akan Lebih Dari 5.000 Member

JAKARTA – Country Chair MDRT Indonesia, Miliana Marten mengatakan bahwa tantangan komite MDRT saat ini …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *