Friday , October 2 2020
Home / Berita / Astra Grup

United Tractor Incar Proyek Pembangkit Senilai Rp18 Triliun

Astra Grup

United Tractor Incar Proyek Pembangkit Senilai Rp18 Triliun

Bogor – PT United Tractor Tbk (UNTR) berniat memperbesar kontribusi pendapatan dari bisnis non coal di tahun mendatang. Salah satu langkahnya adalah dengan masuk kedalam proyek pembangkit listrik. Saat ini perseroan tengah mengincar beberapa proyek pembangkit listrik yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia. Dua pembangkit di wilayah Kalimantan dan satu pembangkit di wilayah Bangka Belitung dengan nilai total kapasitas mencapai 900 Mega Watt (MW). Nilai investasi untuk ketiga proyek tersebut ditaksir mencapai Rp18triliun atau sekitar US$1,8 miliar.

Tingginya volatilitas harga batu bara memaksa perseroan memilih bisnis turunan dari batu bara untuk dapat men-generate pendapatannya. Direktur Keuangan United Tractor Iwan Hadiantoro mengatakan saat ini ketiga proyek tersebut masih dalam proses bidding. Meskipun begitu perseroan tidak akan mengerjakannya seorang diri, rencananya United Tractor akan menggandeng beberapa perusahaan, baik lokal maupun asing untuk bersama-sama menggarap proyek tersebut dengan skema konsorsium. “Kalau 1.000 Mega Watt itu nilai investasinya US$2 miliar. Skemanya konsorsium, baik itu perusahaan lokal atau China,” katanya saat media gathering di Bogor (4/10).

Lebih lanjut dirinya mengatakan, untuk proyek pembangkit listrik lainnya perseroan juga tengah menggarap proyek pembangkit listrik bertenaga batu bara bertenaga 2×15 MW. Untuk proyek tersebut, juragan alat berat milik grup Astra ini sudah menyiapkan dana sekitar US$30 juta. Sebagai catatan, saat ini kontribusi pendapatan United Tractor dikuasai oleh bisnis di sektor batu bara, sementara untuk non batu bara sumbangannya baru mencapai 15%. Sepanjang 9 bulan pertama di tahun ini, perseroan berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp33,89 triliun dengan laba bersih sebesar Rp3,12 triliun. Berarti sepanjang periode Januari hingga September 2016 ini kontribusi pendapatan dari segmen non coal baru menyumbang sebesar Rp5,08 triliun.

Check Also

Investasi USD14 Juta, Chandra Asri Siap Operasikan EGF

Jakarta – PT Chandra Asri Tbk, mengaku akan mengoperasikan Enclosed Ground Flare (EGF) atau teknologi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *