Monday , June 21 2021
Home / Berita / VIVA Bidik 10 Juta Penonton Dari MMA

VIVA Bidik 10 Juta Penonton Dari MMA

Jakarta – Program televisi One Pride Mixed Martial Arts (MMA) Indonesia yang disiarkan TVOne yang merupakan entitas bisnis PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) diklaim telah sukses membukukan beragam pencapaian positif. Tayangan olahraga tarung bebas ini dinyatakan mencatatkan peningkatan jumlah pemirsa sejak mulai ditayangkan sembilan bulan yang lalu.

“One Pride MMA mencatat jumlah pemirsa hampir empat juga di season pertama. Season kali ini sudah hampir delapan juta. Untuk season ketiga atau season berikutnya kami yakin bisa 10 juta,” ujar Chairman One Pride MMA sekaligus Direktur PT Visi Media Asia Tbk (VIVA), David Burke dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (30/11).

Hingga saat ini, jumlah pemirsa MMA menempati posisi tujuh dari seluruh program favorit di seluruh TV berita yang ada di Indonesia. Anindra Ardiansyah Bakrie,Direktur VIVA juga menambahkan bahwa pihaknya memperkirakan bahwa tayangan ini akan masuk jajaran Top Five tahun depan. “Dari sisi revenue, saya kira sudah kontribusi 10% ke TVOne,” ujarnya.

Pria yang juga sering disapa Ardi Bakrie tersebut menambahkan, capaian positif One Pride MMA Indonesia saat ini jauh melebihi ekspektasi yang sebelumnya dipatok oleh perusahaan. Hal itu terkait dengan banyaknya fighter yang berminat menjadi peserta maupun besarnya animo masyarakat untuk menonton pertandingan yang dilangsungkan.

Dengan demikian, ke depan One Pride MMA Indonesia diyakini dapat diandalkan sebagai salah satu tulang punggung bagi pendapatan perusahaan. “VIVA itu kan number one news channel and sport television in Indonesia. Di news kami ada Indonesia Lawyer’s Club (ILC), Kabar Petang dan sebagainya. Nah di sport andalan kami ya One Pride ini,” tutur Ardi.

Ia menambahkan, ini merupakan strategi perusahaan agar tak hanya sekadar membeli hak tayang pertandingan dari luar negeri seperti Liga Inggris dan semacamnya,namun lebih pada menciptakan acara sendiri yang ke depan justru berpotensi dijual ke luar negeri.

“Daripada kita beli acara orang mahal-mahal, mending kita create sendiri. Ini juga untuk mendukung pengembangan MMA di Indonesia. Kita siapkan dulu sebaik mungkin, agar nanti fighter kita tidak direndahkan saat bertarung di luar negeri,” pungkas pria yang juga menjabat Ketua Komite Olahraga Beladiri Indonesia (KOBI) ini.

Check Also

Data Center Berkelanjutan Schneider Electric

Jakarta – Schneider Electric mengajak pimpinan dunia dan industri membangun ekosistem digital yang tangguh dan berkelanjutan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *