Monday , May 27 2024
Home / Berita / ‘Lelah Miskin’, Warga Minta Pabrik Semen Rembang Kembali Beroperasi
ratusan warga Rembang kecewa atas putusan MA yang mengabulkan permohonan Peninjauan Kembali (PK) atas pembangunan pabrik milik PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) di Rembang.

‘Lelah Miskin’, Warga Minta Pabrik Semen Rembang Kembali Beroperasi

Jakarta – Polemik terkait pendirian pabrik semen milik PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) di Rembang terus bergulir. Terkini, langkah Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, yang mencabut izin lingkungan dan memberhentikan sementara kinerja operasional pabrik dikeluhkan oleh warga yang tinggal di sekitar lokasi pabrik. Pemberhentian kinerja operasional pabrik diklaim membuat sedikitnya 6.000 warga sekitar yang bekerja di pabrik dirumahkan dan terancam kehilangan mata pencaharian.

Tak hanya warga yang secara langsung bekerja sebagai karyawan di pabrik, roda perekonomian yang bergulir kencang dari aktifitas bisnis di sekitar pabrik juga seketika berhenti lantaran tidak adanya kegiatan pabrik sehari-hari. “Kami selaku tokoh masyarakat sudah menerima hampir 7.000 KTP warga sebagai bentuk dukungan agar pabrik semen bisa kembali beroperasi. Ini bukan hanya ngaku-ngaku warga, tapi betul-betul dari warga lima desa yang berbatasan langsung dengan lokasi pabrik, yaitu Desa Kadiwono, Desa Kajad, Desa Pasujen, Desa Timbrangan dan Desa Tegaldowo,” ujar Tokoh Masyarakat Tegaldowo, Dwi Joko Supriyanto, di Jakarta, Selasa (21/2).

Kehadiran Dwi Joko dan para warga lainnya di Jakarta adalah untuk menyampaikan keluh-kesahnya pada Komisioner Ombudsman Republik Indonesia (RI) sekaligus meminta dukungan dari lembaga pemerintahan tersebut agar bisa turut mengusahakan agar operasional pabrik semen di Rembang dapat kembali beroperasi.

Dukungan warga Rembang terkait beroperasinya pabrik semen di Rembang, menurut Dwi Joko, lantaran warga sudah lelah akan kemiskinan yang selama ini melanda Kabupaten Rembang.

Hingga saat ini, Kabupaten Rembang masih tercatat sebagai kabupaten/kota termiskin ke lima di kawasan Jawa Tengah. “Kami selama ini harus bekerja sambil merantau ke luar kota untuk mencari penghidupan yang lebih baik. Sekarang ada peluang untuk bekerja di daerah sendiri agar hidup lebih sejahtera sambil bisa tetap berkumpul dengan keluarga.

Hadirnya pabrik memberikan kami harapan itu. Jangan renggut harapan kami,” tegas Dwi Joko.

Cek juga

Grup Djarum Beli Saham Anak Usaha SSIA Senilai Rp 3,1 Triliun

Melalui perjanjian yang ditandatangani ini, SSIA dan APU telah menyepakati rencana transaksi dengan total nilai mencapai Rp 3,1 triliun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *