Tuesday , October 26 2021
Home / Data & Analisis / Kedatangan Raja Salman Jadi Momentum Terbaik

Kedatangan Raja Salman Jadi Momentum Terbaik

 

lantaibursa.id/MS Fahmi Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio (dua kanan ) didampingi Direktur Keuangan BEI Chaeruddin Berlian (kanan), Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia Samsul Hidayat (dua kiri) serta Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko Sulistyo Budi saat memberikan sambutan sebelum memberikan penghargaan predikat IDX Top Ten Blue 2016 seusai pembukaan perdagangan di Main Hall, Gedung BEI, Jakarta, Senin (3/10). Sebanyak 10 perusahaan menerima predikat tersebut sebagai apresisasi perusahaan terbuka yang menghasilkan kinerja baik dan terus tumbuh serta memberikan manfaat tinggi pada investor dan pemegang saham.
lantaibursa.id/MS Fahmi
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio (dua kanan ) didampingi Direktur Keuangan BEI Chaeruddin Berlian (kanan), Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia Samsul Hidayat (dua kiri) serta Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko Sulistyo Budi saat memberikan sambutan sebelum memberikan penghargaan predikat IDX Top Ten Blue 2016.

Jakarta- Kedatangan Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud diharapkan menjadi momentum terbaik bagi Indonesia setelah kunjungan kenegaraan kembali dilakukan sejak kunjungan terakhir 47 tahun silam, pada tahun 1970. Jelang kedatangan sang raja, berbagai macam spekulasi mulai dirasakan oleh berbagai macam kalangan, terutama spekulasi terhadap potensi dan agenda kunjungan tersebut terhadap peluang kerja sama lintas negara pada masa mendatang. Terutama kerja sama yang dapat memberikan dampak dan manfaat bagi masyarakat luas, khususnya dalam hal ini kalangan publik di Indonesia dan bagi Negara di bawah pimpinan Raja Arab Saudi ketujuh tersebut.

BKPM sebagai Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia yang memiliki tugas utama menjadi penghubung utama antara dunia usaha dan pemerintah, melaporkan bahwa negara Timur Tengah seperti Arab Saudi hingga saat berada pada papan tengah dalam daftar peringkat negara yang menanamkan modalnya di Indonesia. Sementara lima besar Negara investor terbesar Indonesia adalah Singapura, Jepang, Korea Selatan, Cina, dan Amerika Serikat.

Adalah manfaat bagi publik secara investasi dan ekonomi, seperti ikut serta berinvestasi di beberapa perusahaan milik pemerintah Indonesia bagi yang telah terdaftar sebagai perusahaan publik ataupun perusahaan milik pemerintah yang berencana untuk ikut serta dalam agenda IPO (Initial Public Offering). “Dengan demikian, salah satu upaya dan strategi kerja sama tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kedua belah pihak untuk masa mendatang, dan lebih jauh memberikan manfaat bagi publik untuk ikut serta merasakan “salaman“  dengan  Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud,” jelas Lucky Bayu Purnomo, Market Research and Strategies Danareksa.

IPO ( Initial Public Offering ) memiliki arti Penawaran Umum Perdana saham sebuah perusahaan untuk masyarakat umum, sehingga masyarakat umum memiliki kesempatan untuk membeli saham perusahaan tersebut setelah di lakukannya proses IPO. Saham perusahaan tersebut dapat dimiliki dengan cara memberi di bursa saham, dalam hal ini Bursa Efek Indonesia yang menjadi muara para perusahaan publik untuk diperjualbelikan melalui Sekuritas

Dengan melakukan penawaran saham melalui IPO, perusahaan dapat memperoleh dana segar dari publik yang pada umumnya dapat di gunakan untuk menambah modal perusahaan guna mendukung ekspansi usaha, meningkatkan likuiditas perusahaan, serta memperkenalkan perusahaan ke publik pada masa mendatang.

Check Also

SBAT Cari Pendanaan Melalui Rights Issue Guna Mendukung Ekspansi Usaha

JAKARTA – Meskipun ditengah kondisi pandemi–Covid 19, PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk. (SBAT), terus …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *