Tuesday , March 2 2021
Home / Berita / Ekspansi, BNI Terbitkan Surat Utang Rp10 Triliun
Jpeg

Ekspansi, BNI Terbitkan Surat Utang Rp10 Triliun

Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) akan menerbitkan surat utang dalam bentuk obligasi sebagai upaya mendiversifikasi sumber pendanaan Perseroan. Langkah ini menjadi bagian dari program Penerbitan Obligasi Berkelanjutan I BNI Tahun 2017 dengan jumlah pokok sebanyak – banyaknya sebesar Rp 10 triliun, yang dilakukan secara bertahap.

Pada Tahap I, emiten berkode BBNI ini akan menerbitkan obligasi senilai maksimal Rp 3 triliun, dengan tenor S (lima) tahun. Penerbitan Obligasi Berkelanjutan I BNI tersebut disampaikan kepada publik pada acara Public Expose Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Rupiah di The Ritz Carlton Jakarta, Rabu (7/6).

Wakil Direktur Utama BNI, Herry Sidharta mengungkapkan, dana hasil Penawaran Umum Obligasi, setelah dikurangi biaya-biaya Emisi, seluruhnya akan dipergunakan BNI untuk ekspansi kredit dalam rangka pengembangan bisnis. Dalam hal terdapat dana hasil Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi yang belum direalisasikan, Perseroan akan menempatkan dana tersebut dalam instrumen keuangan yang aman, likuid dan tetap profitable.

”Kami akan menerbitkan instrument obligasi tersebut secara bertahap. Untuk tahap berikutnya akan dilakukan dengan mempertimbangkan pemilihan waktu atau timing yang tepat dengan memperhatikan kondisi pasar dan likuiditas baik internal maupun eksternal,” katanya di Jakarta.

Sebelumnya, Pefindo telah memberikan peringkat idAAA terhadap BNI. Outlook dari peringkat tersebut adalah stabil. Pefindo juga memberikan peringkat idAAA untuk rencana emisi Obligasi Berkelanjutan l. Peringkat tersebut mencerminkan tingkat kepentingan yang sangat besar (critical importance) bagi Pemerintah Indonesia selaku pemegang saham pengendali, posisi usaha yang sangat kuat, dan profil likuiditas yang sangat kuat.

Obligor berperingkat idAAA merupakan peringkat tertinggi yang diberikan oleh Pefindo. Kemampuan obligor untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya, relatif terhadap obligor Indonesia lainnya, adalah superior.

Penerbitan obligasi BNI ini tidak terlepas dari perkembangan ekonomi dan pasar saat ini, dimana beberapa pihak memperkirakan pemulihan perekonomian global relatif lebih cepat pada tahun 2017 daripada tahun 2016Ialu. Kemudian diproyeksikan dua tahun kedepan, perekonomian dunia diperkirakan akan relatif lebih baik.

Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan ekonomi dunia secara berturutan akan tumbuh 3,5% pada 2017 dan 3,6% pada 2018. Hal tersebut didasarkan adanya upaya-upaya beberapa negara maju dan berkembang (emerging economics) untuk mempercepat perekonomian mereka masingmasing.

Lembaga pemeringkat Standard and Poor’s (S&P) menempatkan Indonesia pada Investment Grade(layak investasi) dengan menaikkan peringkat indonesia pada level BBB-[stable outlook pada tanggal 19 Mei 2017. Hal ini memberikan dampak positif dan diharapkan menjadi stimulus capita! inflow kepasar obligasi pasca upgrading lndonesia tersebut.

Check Also

Fasilitas Kesehatan Lengkapi Fasilitas Jakarta Garden City

Jakarta – PT Mitra Sindo Sukses selaku pengembang Jakarta Garden City dan PT Siloam Medika …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *