Tuesday , March 2 2021
Home / Berita / Emisi Obilgasi, Pupuk Indonesia Tawarkan Bunga 7,75% hingga 8,85%

Emisi Obilgasi, Pupuk Indonesia Tawarkan Bunga 7,75% hingga 8,85%

Jakarta – PT Pupuk Indonesia (Persero) menawarkan kupon bunga obligasi I/2017 senilai Rp3,6 triliun antara 7,75% hingga 8,85% per tahun pada periode penawaran awal (bookbuilding) dari 12 Juni 2017 hingga 20 Juni 2017. Penawaran obligasi tersebut merupakan bagian dari Penerbitan Umum Berkelanjutan (PUB) bernilai total Rp10 triliun.

Obligasi I/2017 perseroan terdiri dari dua seri, yaitu obligasi Seri A dengan kupon obligasi yang ditawarkan sekitar 7,75% hingga 8,50% berjangka waktu 3 tahun dan Seri B dikisaran 8,25% – 8,85% berjangka 7 tahun. Bunga obligasi tersebut akan dibayarkan setiap tiga bulan sekali (triwulanan). Penerbitan obligasi yang memperoleh peringkat AAA dari Fitch Ratings tersebut merupakan surat utang yang diterbitkan perseroan tanpa jaminan (clean basis).

Sekitar 16% dari dana hasil penerbitan obligasi ini akan digunakan untuk melunasi utang obligasi I/2014 Seri A perseroan. Sisanya sekitar 84% akan dialokasikan untuk pinjaman kepada PT Pupuk Sriwidjaja Palembang, yang merupakan anak usaha perseroan. Selanjutnya, PT Pupuk Sriwidjaja Palembang tersebut akan menggunakan pinjaman tersebut untuk melunasi sebagian kredit investasi.

Dalam penerbitan obligasi tersebut, manajemen Pupuk Indonesia telah menunjuk PT Bahana Sekuritas, PT BCA Sekuritas, PT BNI Securities, PT Danareksa Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Sedangkan PT Bank Mega Tbk (MEGA) akan bertindak sebagai wali amanat.

Pada 2016, volume penjualan Pupuk Indonesia ke sektor pangan tercatat sebanyak 9,18 juta ton, meningkat dibandingkan dengan realisasi volume penjualan ke sektor serupa pada 2015 sebesar 8,88 juta ton. Volume penjualan perseroan ke sektor perkebunan turun menjadi 1,54 juta ton pada 2016 dibandingkan pada tahun sebelumnya sebanyak 2,03 juta ton.

Volume ekspor pupuk perseroan tumbuh menjadi 1,37 juta ton pada 2016 dibandingkan pada tahun sebelumnya sebanyak 844.700 ton. Demikian pula volume ekspor amoniak meningkat menjadi 1 juta ton pada 2016 dibandingkan pada tahun sebelumnya sebanyak 879.100 ton.

Sementara itu, perseroan pada 2016 membukukan pendapatan sebesar Rp64,16 triliun, turun dibandingkan realisasi pendapatan perseroan pada 2015 sebesar Rp66,23 triliun. Laba kotor naik menjadi Rp12,19 triliun dari Rp12,07 triliun. Laba usaha meningkat menjadi Rp7,66 triliun dari Rp6,62 triliun. Sementara itu, laba bersihnya tumbuh menjadi Rp3,52 triliun dari Rp3,39 triliun.

PT Pupuk Indonesia adalah produsen pupuk dan petrokimia terbesar di Asia Tenggara, dimana 100% sahamnya dikuasai oleh pemerintah. PT Pupuk Indonesia merupakan strategic and investment holding yang memiliki sejumlah anak usaha, yaitu PT Pupuk Iskandar Muda, PT Pupuk Sriwidjaja, PT Pupuk Kujang, PT Pupuk Kalimantan Timur, PT Petrokimia Gresik, PT Rekayasa Industri, PT Pupuk Indonesia Pangan, PT Mega Eltra, PT Pupuk Indonesia Logistik dan PT Pupuk Indonesia Energi.

Check Also

Fasilitas Kesehatan Lengkapi Fasilitas Jakarta Garden City

Jakarta – PT Mitra Sindo Sukses selaku pengembang Jakarta Garden City dan PT Siloam Medika …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *