Monday , September 28 2020
Home / Berita / Garuda Indonesia Raup Pendapatan USD1,9 Miliar

Garuda Indonesia Raup Pendapatan USD1,9 Miliar

Jakarta – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) berhasil membukukan operating revenue semester I-2017 sebesar USD1,9 miliar dengan pertumbuhan sebesar 7 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2016.

“Di tengah tren penurunan kinerja operasional industri penerbangan global, Garuda Indonesia berhasil membukukan pertumbuhan positif kinerja operasional, khususnya pada kinerja kuartal II-2017 yang menunjukan peningkatan operating revenue sebesar 7,7 persen dibandingkan kuartal I-2017,” kata Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N Mansury ‎dalam keterangannya, Jakarta, Kamis (27/7/2017).

Sejalan dengan strategi transformasi finansial berkelanjutan yang dilakukan perusahaan, Garuda Indonesia berhasil menekan net loss pada kuartal II-2017 dengan nilai net loss sebesar USD 38 juta, turun cukup signifikan hingga 62 persen dibandingkan dengan net loss kuartal I-2017 sebesar USD 99,1 juta.

“Melalui momentum pertumbuhan kinerja yang berhasil dicapai perusahaan tersebut kami optimistis kinerja operasional dan keuangan perusahaan akan terus tumbuh positif hingga akhir tahun 2017 ini,” tutur Pahala.

Kinerja operasional yang tumbuh positif tersebut salah satunya ditunjang oleh pendapatan internasional pada kuartal II-2017 yang meningkat 16 persen dengan jumlah penumpang internasional yang juga meningkat 14,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain itu pendapatan penumpang internasional pada semester I-2017 mencapai USD653,3 miliar lebih besar dibandingkan pendapatan penumpang domestik sebesar USD630,7 miliar. Hal tersebut mengindikasikan membaiknya bisnis penerbangan Garuda pada sektor internasional ke depannya.

Peningkatan signifikan juga tercatat pada pendapatan sektor non-scheduled flight services di semester I-2017 yang tumbuh signifikan sebesar 131,8 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2016.

Pada semester I-2017 ini Garuda Indonesia Group mencatatkan jumlah passenger carried sebanyak 17,2 juta atau meningkat sebesar 3,9 persen, sedangkan khusus passenger carried rute internasional tercatat tumbuh sebesar 15 persen. Sementara itu, kargo yang diangkut (cargo carried) juga meningkat sebesar 10,6 persen menjadi 219,4 ribu ton.

Sepanjang semester I-2017 Cargo Revenue juga meningkat 12,3 persen menjadi USD 115,6 juta dan Ancillary Revenue mencapai USD36,3 juta tumbuh 20,6 persen. Sementara itu, Garuda Indonesia juga berhasil mempertahankan kinerja On Time Performance (OTP) mencapai 85 persen.

Tingkat keterisian penumpang (SLF) pada semester I-2017 tercatat sebesar 73,3 persen secara keseluruhan, meningkat dari semester I-2016 sebesar 70,8 persen (sedangkan SLF internasional saja di semester I-2017 mencapai 74,7 persen) . Indikator lain yang meningkat antara lain aircraft utilization meningkat menjadi 9,32 jam pada kuartal II-2017 dibanding kuartal I-2017 yang sebesar 9,19 jam. Adapun market share Garuda Indonesia pada pasar internasional sebesar 28 persen dan pasar domestik sebesar 39,5 persen.

Sejalan dengan pertumbuhan bisnis Garuda dan operating revenue yang meningkat, perusahaan masih terbebani harga bahan bakar yang meningkat sebesar 36,5 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2016, sehingga berdampak pada catatan total net loss pada semester I-2017 sebesar USD 138 juta di luar non-recurring expense sebesar USD145,8 juta (antara lain dampak tax amnesty). Adapun net loss secara keseluruhan di semester I-2017 sebesar USD283,8 juta. (DNS)

Check Also

Astra Graphia Beri Fasilitas Kredit Rp200 Miliar ke Anak Usaha

JAKARTA – PT Astra Graphia Tbk (ASGR) telah meningkatkan jumlah fasilitas pinjaman ke anak usahanya …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *