Sunday , June 20 2021
Home / Berita / Ini Cara Megapower Lunasi Utang

Ini Cara Megapower Lunasi Utang

Jakarta. PT Megapower Makmur Tbk resmi melantai di bursa atau melepas saham sekitar 30% atau sebanyak 245 juta lembar saham ke publik melalui penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO).  Dengan demikian, mulai hari rabu (5/7) perseroan resmi berada di papan pencatatan bursa dengan kode emiten MPOW.
Dikatakan Direktur Utama perseroan Kang Jimmi, rencananya perseroan akan menggunakan sebagian dana dari hasil IPO untuk pelunasan hutang perusahaan.
“Sebesar 50% dana IPO akan digunakan untuk pelunasan utang perusahaan, sisanya untuk modal kerja,” papar Kang Jimmi rabu (5/7).
Masa penawaran awal (bookbuilding) dilaksanakan pada 23 Mei dan akan berakhir pada 5 Juni 2017 dengan pernyataan efektif  diperkirakan pada  12 Juni.
Sementara ini perseroan belum mematok besaran modal kerja.  Namun dana dari IPO nantinya hanya digunakan untuk maintenance.
“Tahun ini kami belum ada kontrak apapun untuk membangun pembangkit. Masih menunggu hasil tender dari PLN,” ungkapnya.
Tahun lalu, perseroan yang baru 10 tahun fokus di bisnis pembangkit listrik itu berhasil mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTMH) Bantaeng, Sulawesi Selatan. Pembangkit yang memanfaatkan air Sungai Bialo itu berkapasitas 2×2.250 kW.
“PPA (Power Purchase Agreement) sudah ditandatangani pada pertengahan 2016, perjanjian tersebut selama 15 tahun,” tuturnya.
Sebelumnya, Megapower juga pernah menggarap Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Toboali unit 1 kapasitas 4×800 kW dan unit 2  kapasitas 7×800 kW, PLTD Mentok unit 1 kapasitas 4×800 kW dan unit 2 kapasitas 6×800 kW,  PLTD Bengkalis unit 1 4×800 kW dan unit 2 kapasitas 8×800 kW, PLTD Toboali 2 unit 1 kapasitas 4×800 kW dan unit 2 kapasitas 9×800 kW, PLTD Selat Panjang kapasitas 4×800 kW,  PLTD Siak unit 1 kapasitas 9×800 kW dan unit 2 kapasitas 13×800 kW, PLTD Pilang unit 1 kapasitas 12×800 kW,  unit 2 kapasitas 13×800 kW dan unit 3 kapasitas 12×800 kW serta PLTD Sungai Apit kapasitas 7×800 kW.

Check Also

Data Center Berkelanjutan Schneider Electric

Jakarta – Schneider Electric mengajak pimpinan dunia dan industri membangun ekosistem digital yang tangguh dan berkelanjutan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *