Sunday , September 20 2020
Home / Berita / Jumlah Kecelakaan di Lebaran 2017 Turun 30,4 Persen
ilustrasi pemudik motor di pelabuhan penyeberangan_dokumen kemenhub

Jumlah Kecelakaan di Lebaran 2017 Turun 30,4 Persen

Jakarta – Salah satu indikator suksesnya penyelenggaraan angkutan lebaran terpadu tahun 2017 adalah menurunnya angka kecelakaan. Pada angkutan lebaran tahun 2017 terjadi penurunan data angka kecelakaan yang cukup drastis dibandingkan tahun 2016, yaitu sebanyak 30,4%. Demikian disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi V DPR RI, Rabu (26/7).

Dikutip dari laman resmi Kementerian Perhubungan, Rabu (26/7), Budi Karya menjelaskan, perbandingan angka kecelakaan tersebut yaitu kejadian pada tahun 2017 tercata sebanyak 3.168 kejadian. Sedangkan, pada tahun 2016 sebanyak 4.551 kejadian.

Jumlah korban meninggal dunia turun sebesar 519 korban (41,2%) dari 1.261 korban tahun 2016 (1437 H) menjadi 742 korban di 2017 (1438 H). Jumlah korban luka berat turun sebesar 461 korban (40,2%) dari 1.148 korban tahun 2016 menjadi 687 korban Tahun 2017. Adapun, jumlah korban luka ringan turun 1.331 korban (23,4%) dari 5.697 korban di tahun 2016 menjadi 4.366 korban Tahun 2017.

Menhub memberikan apresiasi khusus terhadap kinerja Kepolisian dalam rekayasa lalu lintas serta penegakan hukum selama angkutan lebaran dalam usahanya menekan angka kecelakaan selama lebaran 2017. “Penurunan angka kecelakaan pada angkutan Lebaran Tahun 2017, tidak terlepas dari upaya himbauan dan penegakan hukum dari Kepolisian yang cukup efektif dalam menekan angka kecelakaan,” ujarnya.

Ia menambahkan, dari aspek kesiapan sarana transportasi secara umum, jumlah bus AKAP, AKDP dan Pariwisata yang tersedia tahun ini sebanyak 48.790 unit atau naik 4,97% dari tahun 2016 sebanyak 46.478 unit.

Sedangkan, jumlah kapal penyeberangan Ro-ro dan LCT yang tersedia tahun ini sebanyak 200 kapal naik 2,56% dari tahun 2016 sebanyak 195 kapal. Jumlah kapal Laut (termasuk Perintis) yang tersedia tahun ini sebanyak 1.278 kapal naik 0,39% dari tahun 2016 sebanyak 1.273 kapal.

Jumlah pesawat udara yang tersedia tahun ini sebanyak 532 pesawat naik 1,14% dari tahun 2016 sebanyak 526 pesawat. jumlah sarana kereta api yang tersedia tahun ini sebanyak 371 sarana sama dari tahun 2016 sebanyak 371 sarana.

Check Also

Kinerja Terkoreksi, HM Sampoerna Akui Kena Dampak Pandemi Covid-19

JAKARTA – PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. (“Sampoerna” atau “Kode Saham: HMSP) telah membuktikan komitmennya …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *