Sunday , September 19 2021
Home / Berita / Pupuk Faktor Peningkatan Produksi Pangan Nasional

Pupuk Faktor Peningkatan Produksi Pangan Nasional

Jakarta – Pencapaian peningkatan produksi dan produktivitas komoditas pangan strategis nasional, beras dan jagung, oleh pemerintah saat ini terjadi karena adanya dukungan ketersediaan dan kebijakan pupuk yang diimplementasikan sampai saat ini.

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan, Pending Dadih Permana, mengatakan dalam 2 tahun terakhir, produksi beras dan jagung berhasil dicapai dengan tingkat pertumbuhan masing-masing di atas 5 persen dan 18 persen.

“Industri pupuk harus berkembang. Sudah keniscayaan jika mau akselerasi produksi pertanian harus ditopang industri pupuk yang bagus,” ujar Dadih,dalam seminar bertajuk ‘Kinerja Kedaulatan Pangan dan Pemupukan Nasional’ di Hotel Santika Premiere, Jakarta, Rabu 30 Agustus 2017.

Peneliti Senior Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, Achmad Suryana, menambahkan, saat ini penggunaan pupuk Urea, SP36 dan KCl sudah efisien di sebagian besar propinsi di Indonesia. 

“Disamping itu juga sudah kurang responsif terhadap kenaikan harganya. Artinya harga tidak lagi menjadi penentu utama bagi petani dalam membeli dan menggunakan pupuk,” ujar Suryana. 

Dia mengatakan, ketersediaan dan penggunaan pupuk secara berimbang dengan ‘6 Tepat’ oleh petani telah berhasil mendorong pencapaian produksi dan produktivitas komoditas pangan strategis nasional yang dalam beberapa tahun terakhir ini merupakan rekor tersendiri. 

Disisi lain, Kepala Balai Penelitian Tanah Kementan, Husnain, mengungkapkan pemupukan berimbang dapat menyumbang lebih dari 20% kepada peningkatan produksi. Data ini didukung oleh berbagai penelitian terdahulu.

Direktur Pemasaran PT Pupuk Indonesia, Koeshartono, sendiri menyatakan pihaknya mendukung program ketahanan pangan melalui jaminan pasokan pupuk siap pakai dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia serta menyalurkan pupuk hingga keseluruh pelosok tanah air, dan untuk mengatasi melayani daerah terpencil  yang sulit dijangkau. 

“Pupuk Indonesia menambah gudang penyangga dan menyediakan sarana transportasi untuk ke kios remote serta menginvertarisir kebutuhan pupuk yang akan ditangani di wilayah terpencil, sehingga pendistribusian pupuk bersubsidi ini bisa memenuhi kaidah 6 Tepat yaitu tepat waktu, jenis, lokasi, jumlah, mutu dan harga,” jelas Koeshartono. (PTR)

Check Also

Right Issue, Chandra Asri Peroleh Dana Segar Rp15,5 Triliun

Jakarta – PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) telah menyelesaikan Penawaran Umum Terbatas III atau …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *