Monday , August 2 2021
Home / Berita / Others / Nurhaida Resmi ‘Pensiun’ Dari Pasar Modal

Nurhaida Resmi ‘Pensiun’ Dari Pasar Modal

lantaibursa.id/MS Fahmi Wakil Ketua DK OJK Periode 2017-2022, Nurhaida (kanan), dalam sebuah kesempatan di PT Bursa Efek Indonesia (BEI), akhir tahun 2016 lalu. Bersama dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution (tengah), Direktur Utama BEI Tito Sulistio (kiri), Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo (dua kanan) dan Ketua DK OJK periode 2012-2017, Muliaman D Hadad (dua kiri) bersama-sama menabuh genderang sebagai simbol penutupan perdagangan saham di BEI pada tahun 2016 lalu.

Jakarta-Setelah dua puluh tahun lebih berkecimpung di industri pasar modal, Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nurhaida kini resmi ‘pensiun’ dan beralih konsentrasi ke bidang yang lain. Per hari ini, Selasa (22/8), Nurhaida oleh Mahkamah Agung (MA) secara resmi dilantik sebagai Wakil Ketua DK OJK untuk masa bakti 2017-2022. Pelantikan sekaligus pengambilan sumpah jabatan Nurhaida dilakukan langsung oleh Ketua MA, Muhammad Hatta Ali. Proses pelantikan ini sendiri merupakan kelanjutan dari proses pelantikan Ketua dan Anggota DK OJK yang telah dilakukan pada 20 Juli 2017 lalu.

Sebagaimana diketahui, pasca pelantikan pada 20 Juli 2017 lalu, seluruh Anggota DK OJK menggelar rapat dan menyepakati posisi Nurhaida sebagai Wakil Ketua DK OJK. Sedangkan posisi Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK dipercayakan pada Hoesen. Usai dilantik, Nurhaida menyatakan bahwa pihaknya akan fokus terhadap beberapa poin kinerja prioritas, diantaranya terkait peningkatan efisiensi organisasi dan pemanfaatan anggaran OJK dan peningkatan efektifitas dan kualitas kinerja sehingga lebih dapat responsif dan adaptif terhadap dinamika industri jasa keuangan baik di level nasional, regional maupun global. Selain itu, Nurhaida juga ingin memastikan regulasi dan pengawasan sektor jasa keuangan serta upaya perlindungan konsumen dapat memberikan dampak positif yang konkret di masyarakat. “Selain itu tak kalah penting juga adalah peningkatan kualitas kerjasama dan koordinasi antar lembaga, khususnya dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bank Indonesia (BI), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan pemangku kepentingan terkait,” tutur Nurhaida, usai pelantikan, di Gedung MA, Jakarta.

Sebelum mengemban tugas yang lebih bersifat global di posisi Wakil Ketua, Nurhaida pada susunan DK OJK periode sebelumnya menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal. Karena itu, langkah ‘pindah haluan’ Nurhaida kali ini cukup mengejutkan banyak pihak, lantaran rekam jejak wanita berjilbab itu selama ini sangat erat kaitannya dengan pasar modal. Sebelum OJK berdiri, Nurhaida bahkan telah banyak berkiprah di Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK). Jabatan pertamanya adalah Kepala Bagian Bina Wakil Perusahaan Efek, Biro Transaksi dan Lembaga Efek, yang diembannya sejak tahun 1997-1998. Beragam jabatan strategis lain pernah pula disematkan padanya, sebelum pada tahun 2011 dipercaya menjadi Ketua Bapepam LK menggantikan Ketua Bapepam LK sebelumnya, Fuad Rachmany. Nurhaida juga sekaligus ditunjuk sebagai Ketua Tim Perumus Rancangan Undang-Undang Otoritas Jasa Keuangan, saat posisi OJK masih dipersiapkan untuk berdiri. (JAT)

Check Also

Di 2022, MDRT Indonesia Optimis Jumlah Anggota Akan Lebih Dari 5.000 Member

JAKARTA – Country Chair MDRT Indonesia, Miliana Marten mengatakan bahwa tantangan komite MDRT saat ini …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *