Thursday , June 24 2021
Home / Berita / Tarif Tenaga Listrik Indonesia Diklaim Bukan yang Termahal

Tarif Tenaga Listrik Indonesia Diklaim Bukan yang Termahal

Jakarta – Tarif Tenaga Listrik (TTL) di Indonesia bukanlah yang termahal di dunia, bahkan termasuk murah dan kompetitif untuk kawasan ASEAN. Data bulan Mei 2017 menyebutkan bahwa TTL untuk golongan rumah tangga di Indonesia sebesar Rp 1.467 kWh, jauh lebih murah jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Filipina sebesar Rp 2.359 per kWh, Singapura Rp. 2.185 per kWh dan Thailand sebesar Rp 1.571 per kWh.

Hal ini menepis anggapan bahwa tarif tenaga listrik di Indonesia adalah yang termahal di dunia,” ujar Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dadan Kusdiana dalam keterangannya, Rabu (9/8).

Dadan menyampaikan, tarif yang kompetitif ini bukan hanya untuk golongan rumah tangga saja. “TTL golongan bisnis besar dan industri besar juga kompetitif dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya,” lanjut Dadan.

Data Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan menunjukkan, untuk periode tarif bulan Mei 2017, untuk pelanggan bisnis besar, tarifnya adalah Rp 1.115 per kWh, sementara Thailand Rp 1.149 per kWh, Singapura Rp 1.523 per kWh, Filipina Rp 1.464 per kWh, dan Vietnam Rp 1.456 per kWh.

Sementara untuk industri besar, pada periode tarif yang sama, tarif di Indonesia adalah Rp. 997 per kWh, sementara Thailand Rp 1.034 per kWh, Singapura Rp 1.382 per kWh, dan Filipina Rp 1.417 per kWh.

Sebelumnya, laporan International Energy Consultants (IEC) yang dirilis bulan Mei 2016 lalu menunjukkan TTL (rata-rata semua pengguna) di Indonesia hanya USD 7 sen per kWh atau sekitar Rp 945 per kWh (kurs Rp.13.500 per dollar), merupakan yang terendah dibandingkan Negara-negara lain yang dikaji, yakni Jepang (wilayah Kansai) sebesar US$23,3 sen per kWh, Hongkong USD 15,1 sen per kWh, Filipina US$14,6 sen per kWh, Singapura US$10,9 sen per kWh, Thailand US$9,9 sen per kWh, Korea Selatan US$9,5 sen per kWh, Malaysia US$8,8 sen per kWh, dan Taiwan sebesar US$8,7 sen per kWh.

Pemerintah terus meningkatkan tata kelola dan mendorong agar PT PLN (Persero) terus melakukan efisiensi dalam menyediakan tenaga listrik bagi rakyat Indonesia.

Sepanjang tahun 2017, Pemerintah menerapkan kebijakan subsidi tepat sasaran, yaitu bagi 900 Volt Ampere (VA) rumah tangga mampu, Pemerintah menyesuaikan tarif tenaga listrik secara bertahap sejak 1 Januari s.d. 30 Juni 2017. Selanjutnya, Pemerintah menetapkan bahwa sejak 1 Juli 2017 s.d. 31 Desember 2017, tarif tenaga listrik tidak naik.

Pemerintah tetap melindungi masyarakat miskin dan tidak mampu dengan memberikan subsidi yang tepat sasaran. Tarif tenaga listrik bagi pelanggan listrik rumah tangga:

a. 450 Volt Ampere (VA) sebesar Rp 415 per kWh (Subsidinya Rp. 1.052 per kWh);

b. 900 VA miskin dan tidak mampu sebesar Rp 586 per kWh (Subsidinya Rp 881 per kWh);

c. 900 VA mampu sebesar Rp 1.352 per kWh (Subsidinya Rp 115 per kWh). (DIAZ)

Check Also

Aliran Dana Asabri ke Bitcoin Tak Terbukti, Kuasa Hukum Heru Hidayat Imbau Kejagung Tak Buat Opini dan Fitnah 

Jakarta – Kejaksaan Agung (Kejagung) akhirnya mengakui gagal membuktikan aset milik Heru Hidayat dan Benny …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *