Sunday , June 20 2021
Home / Berita / BCA Dukung Pengembangan Bisnis Startup dan E-Commerce Nasional lewat IKF VI
Bank Central Asia (BCA)

BCA Dukung Pengembangan Bisnis Startup dan E-Commerce Nasional lewat IKF VI

Jakarta – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dukung pengembangan inovasi dan kreativitas berbasis digital dalam rangka akselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dukungan diwujudkan lewat gelaran Indonesia Knowledge Forum (IKF) VI yang bertemakan “Elevating Creativity & Innovation Through Digital Collaboration”. Direktur BCA, Henry Koenaifi mengatakan, inovasi dan kreativitas merupakan tulang punggung dalam mendirikan usaha berbasis digital.
Menurut Henry, setiap orang bisa menjadi pelaku usaha rintisan berbasis digital, dengan mengandalkan kemudahan dan kemutakhiran perkembangan teknologi saat ini. “Namun tidak semua ide bisnis yang dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan memberikan keuntungan ekonomis untuk kesinambungan usaha,” ujarnya dalam forum Kafe BCA 7 yang diadakan di Breakout Area Menara BCA, di Jakarta, Rabu (13/9/2017).
Ia menambahkan, dari sisi perbankan BCA terus berinovasi dalam rangka meluncurkan berbagai solusi dan layanan perbankan berbasis digital yang memberikan kemudahan pelayanan dan transaksi kepada nasabah.
Sementara itu, Senior Executive Vice President of Strategic Information Technology BCA, Hermawan Tendean mengatakan, pesatnya pertumbuhan pelaku fintech dan e-commerce mendorong tumbuhnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan informasi dan transaksi keuangan perbankan.
“Dalam praktiknya, pelaku fintech dan e-commerce butuh konektivitas sistem yang solid dengan dunia perbankan agar transaksi pembayaran pengguna aplikasi atau situs mereka dapat berjalan lancar,” tuturnya.
BCA juga telah meluncurkan sistem Application Program Interface (API) yang memungkinkan pelaku fintech dan e-commerce terhubung dengan layanan perbankan BCA. Terdapat berbagai informasi yang dapat digunakan seperti transfer, mutasi rekening, lokasi ATM, pembayaran Sakuku, dan layanan lainnya demi menjawab kebutuhan dunia fintech saat ini,” kata Hermawan.
Sedangkan, dari sisi pembiayaan, perseroan telah meluncurkan Central Capital Ventura. Lewat perusahaan modal ventura tersebut, BCA akan menginvestasikan dana Rp200 miliar untuk para startup fintech.
Berdasarkan catatan Center for Human Genetic Research, pada 2016 Indonesia tecatat sebagai negara yang memiliki jumlah perusahaan rintisan tertinggi di Asia Tenggara yaitu jumlahnya lebih dari 2.000 unit. Jumlahnya diperkirakan terus bertumbuh hingga 13.000 pada 2020 mendatang. Bank Indonesia juga telah menyampaikan bahwa di tahun lalu, pengguna jasa e-commerce telah belanja senilai Rp75 triliun.

Check Also

Data Center Berkelanjutan Schneider Electric

Jakarta – Schneider Electric mengajak pimpinan dunia dan industri membangun ekosistem digital yang tangguh dan berkelanjutan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *