Friday , June 18 2021
Home / Berita / BRI Tindak Tegas Praktik Double Swipe

BRI Tindak Tegas Praktik Double Swipe

Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) akan bertindak tegas terhadap praktik  penggesekan ganda (double swipe) pada kartu debit maupun kredit nasabah. Bank BRI telah menghimbau, memberikan edukasi, dan menyosialisasikan kepada semua merchant yang bekerja sama dengan BRI untuk tidak melakukan hal tersebut pada saat memproses pembayaran.

Penggunaan kartu perbankan BRI hanya diperbolehkan di mesin Electronic Data Capture (EDC) dan tidak diperbolehkan digesek di mesin kasir. “Jika nasabah BRI menemui praktik penggesekan ganda (double swipe), kami dengan tegas melarang tindakan tersebut. Penggesekan ganda sangat berbahaya bagi nasabah karena data-data rahasia bisa ter-capture dan bisa digandakan, serta berpotensi digunakan untuk tindak kejahatan,” ungkap Corporate Secretary Bank BRI, Hari Siaga Amijarso di Jakarta, Kamis (14/9).

Ia menambahkan, jika masih terdapat praktik penggesekan ganda, nasabah dipersilahkan untuk menghubungi contact BRI 14017 / 1500017. “Kami akan tegur merchant yang tidak mengikuti anjuran BI, dan kami pastikan akan melakukan pencabutan kerja sama terhadap merchant tersebut, jika memang terbukti melakukan pelanggaran,” tambah Hari Siaga.

Selain himbauan tersebut, untuk mempercepat sampainya pesan kepada nasabah secara langsung, Bank BRI telah menginformasikan kepada nasabah BRI melalui email blast, memberikan pengumuman di website https://www.bri.co.id/, serta memberikan informasi melalui media sosial BRI.

Pesan dan informasi tersebut seputar peringatan kepada nasabah untuk menghindari penggesekan ganda di merchant-merchant BRI, dan ajakan untuk menghubungi contact BRI apabila masih menemui praktik penggesekan ganda.

Diketahui EDC merupakan media utama dalam penggesekan kartu nontunai untuk pembayaran. Hingga 31 Juni 2017 jumlah jaringan BRI yaitu 10.656 unit kerja dan 280.565 jaringan e-channel BRI di antaranya EDC sebanyak 254.314, Automatic Teller Machine (ATM) sebanyak 24.802 CRM sebanyak 1392, dan E-Buzz sejumlah 57.

Pengaturan mengenai penggesekan kartu nontunai telah tercantum dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 18/40/PBI/2016 tentang Penyelenggaraan Pemrosesan Transaksi Pembayaran.

Dalam aturan tersebut Bank Indonesia melarang penyelenggara jasa sistem pembayaran menyalahgunakan data dan informasi nasabah maupun data dan informasi transaksi pembayaran selain untuk tujuan transaksi pemrosesan pembayaran. Pengambilan data perbankan melalui mesin kasir di merchant dapat diindikasikan sebagai bentuk pelanggaran aturan tersebut. (JEFF)

Check Also

Gelar RUPST, Trans Power Marine Bagi Dividen Tunai Rp 58 Miliar

JAKARTA – Tahun 2020 merupakan tahun yang cukup sulit bagi perekonomian dunia tidak terkecuali untuk …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *