Sunday , June 20 2021
Home / Berita / Kemenhub Rangkul BKPM Dorong Investasi Sektor Transportasi
ilustrasi landasan pacu bandara (justgola.com)

Kemenhub Rangkul BKPM Dorong Investasi Sektor Transportasi

Jakarta, – Kementerian Perhubungan akan merangkul Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM) untuk menjajaki dan menarik investasi asing pada Asia-Europe Meeting Transport Minister Meeting (ASEM TMM) di Bali, 26-28 September 2017.

“Kita rangkul BKPM untuk belajar bagaimana caranya mendapatkan investor, supaya ada struktur yang benar,” ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam siaran pers di Jakarta, Selasa  (18/9).

Menurutnya, di pertemuan ASEM TMM paling tidak ada 18 Menteri Transportasi yang akan hadir. Harapannya, Menhub dapat melakukan satu per satu dengan menteri-menteri tersebut. “Saya minta beberapa didampingi BKPM, sehingga pembicaraan menjadi sistematis,” jelasnya.

Saat ini, kata Budi Karya, sudah ada 8 proyek yang siap ditawarkan kepada investor asing. Kedelapan proyek itu yakni proyek-proyek di Kuala Tanjung, Kualanamu, Makassar, Bitung, Lembar, Tanjung Priok, Mandalika dan Balikpapan.

“Kedelapan proyek itu merupakan list-list yang kita sampaikan. Tapi nanti itu akan mengkerucut sebagai suatu proyek yang visible tentu akan kita ketahui setelah pertemuan satu per satu dengan negara investor,” terangnya.

Kepala BKPM, Thomas Trikasih Lembong mengatakan aspek transportasi bukan hanya relevan dari sisi investasi langsung, tapi juga dampak tidak langsung. Ia mencontohkan konektivitas penerbangan yang sangat penting bagi sektor pariwisata, dimana sekarang penerbangan sangat sukses dalam menggalang investasi pariwisata.

“Berkat upaya keras dan suskes dari Kemenhub mengembangkan banyak bandara baru sehingga banyak maskapai terbang ke destinasi baru pariwisata, maka sekarang investasi di sektor pariwisata tumbuh 30 persen per tahun,” ujar Thomas.

Thomas juga mencontohkan perkembangan e-commerce yang sangat tergantung dengan dunia penerbangan. “Semua e-commerce harus didistribusikan pakai angkutan. 70-90 persen barang dagangan e-commerce diangkut lewat udara, hal-hal seperti ini juga yang harus dibicarakan pada pertemuan Menteri-Menteri Transportasi Asia Eropa di ASEM TMM nanti,” katanya.

Ia menambahkan, BKPM akan menghubungi mitra-mitranya di PPP Center yakni Kementerian Keuangan dan Bappenas, supaya bisa mempelajari proyek-proyek dan wacana yang ditawarkan Kemenhub yang mana yang cocok untuk PPP atau PINA (Pembiayaan Investasi Non Anggaran Pemerintah).

Mengenai prospek investor yang akan berinvestasi, Thomas mengatakan hal itu tergantung dari wilayah asal investor tersebut. Investor prospektif tergantung dari wilayah.

“Kalau dari Eropa perkiraan kami yang menjadi investasi adalah dana pensiun dan asuransi, tapi kalau dari Tiongkok atau dari Jepang itu lebih konglomerat, atau bisa BUMN mereka seperti BUMN Tiongkok atau Government Link dari Jepang. Jadi memang masing-masing wilayah berbeda investornya,” ujarnya.

Check Also

Data Center Berkelanjutan Schneider Electric

Jakarta – Schneider Electric mengajak pimpinan dunia dan industri membangun ekosistem digital yang tangguh dan berkelanjutan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *