Friday , September 17 2021
Home / Berita / Likuiditas Bank Masih Tertolong Dana Asing

Likuiditas Bank Masih Tertolong Dana Asing

Jakarta – Kendati perbankan tengah gencar menyalurkan kreditnya ke sektor infrastruktur yang diperkirakan telah menyedot likuiditas perbankan, namun Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menegaskan, tahun ini dan tahun depan likuiditas perbankan masih cukup aman.
Ketua Dewan Komisioner LPS, Halim Alamsyah menuturkan, arus dana asing yang masuk ke Indonesia yang cukup besar di menjadi faktor utama penopang likuiditas bank. “Kondisi likuiditas saat ini dan prospek hingga akhir tahun menunjukan bahwa likuiditas perbnkan masih berada dalam posisi yang memadai,” ujar Halim di Jakarta, Kamis (14/9).
Proyek infrastruktur pemerintah memang membutuhkan dana yang tidak sedikit. Hal ini, kata dia, dikhawatirkan akan menyedot likuiditas perbankan yang sangat besar. Namun, arus dana asing yang masuk ke Indonesia telah menolong likuiditas perbankan.
“Saya lihat likuiditas masih aman tahun ini dan tahun depan. Arus dana asing yang masuk ke Indonesia itu cukup besar, sehingga ini telah menolong likuiditas perbankan kita. Saya kira likuiditas masih dalam posisi yang memadai,” jelasnya.
Di sisi lain, lanjut dia, saat ini Bank Indonesia sudah melonggarkan stance kebijakannya terkait dengan likuiditas bank. Sehingga, tambah dia, hal ini telah mendongkrak likuiditas perbankan nasional. Dengan demikian, posisi likuiditas perbankan masih cukup aman.
“Kalau tahun lalu BI betul-betul jaga. Nah di tahun ini keliatannya BI melonggarkan posisi likuiditas stance kebijakannya, jadi sterilisasinya tidak terlalu besar, sehingga likuiditas perbankan itu naik,” paparnya.
Ia pun meyakini, di akhir tahun ini dan tahun depan likuiditas perbankan tidak akan ada pengetatan. Menurutnya, hal ini tercermin pada jumlah likuiditas perbankan yang disimpan di Bank Indonesia masih sangat besar yakni sekitar Rp400 triliun.
“Kondisi likuiditas perbankan kita lebih banyak. Saya rasa gak ada keketatan sampai tahun depan, karena likuiditas bank yang ada di BI masih besar ada sekitar Rp400 triliun lebih. Dulu itu sempat di bawah Rp200 triliun. Artinya BI tahun ini akan lepasin saja,” tutupnya. (DIAZ)

Check Also

Tingginya Permintaan Antiseptic Wipes dan APD Dorong Pertumbuhan Kinerja Falmaco Nonwoven

BANDUNG – PT Falmaco Nonwoven Industri Tbk. (FLMC) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *