Sunday , June 20 2021
Home / Berita / LPS Turunkan Suku Bunga Penjaminan 25 Bps

LPS Turunkan Suku Bunga Penjaminan 25 Bps

Jakarta – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memutuskan untuk menurunkan tingkat bunga penjaminan untuk simpanan dalam Rupiah sebesar 25 bps baik di bank umum maupun Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Sedangkan untuk tingkat bunga penjaminan untuk simpanan valuta asing (valuta asing) diputuskan tetap. Kebijakan ini diambil dalam rapat anggota komisioner periode September 2017.
Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah mengatakan, dengan penurunan ini maka tingkat bunga penjaminan untuk simpanan dalam Rupiah di bank umum menjadi 6% dari periode sebelumnya 6,25% sedangkan untuk valas tetap sebesar 0,75%.
“LPS telah memutuskan tingkat bunga penjaminan untuk simpanan dalam Rupiah dan valuta asing di bank umum serta simpanan dalam Rupiah di Bank Perkreditan Rakyat,” ujarnya di Jakarta, Kamis (14/9).
Di mana tingkat bunga penjaminan untuk periode 15 September 2017 sampai dengan 15 Januari 2018 untuk simpanan dalam Rupiah di bank umum dan Bank Perkreditan Rakyat turun sebesar 25 bps. “Sedangkan tingkat bunga penjaminan simpanan valuta asing tetap,” jelasnya.
Sementara itu untuk tingkat bunga penjaminan untuk simpanan dalam Rupiah di Bank Perkreditan Rakyat menjadi 8,5% dari periode sebelumnya 8,75%. Dia menjelaskan, penurunan tingkat bunga penjaminan LPS untuk simpanan dalam Rupiah, dengan pertimbangan terutama pada perkembangan suku bunga simpanan bank benchmark LPS yang menunjukkan penurunan mana suku bunga pasar dalam tren menurun yang terjadi sejak awal tahun 2017. “Suku bunga simpanan bank-bank yang dipantau oleh LPS secara rata-rata mengalaml penurunan sebesar 22 bps sejak awaI tahun,” kata dia.
Selain itu, Halim mengatakan pelonggaran kebijakan moneter yang dilakukan oleh Bank Indonesia pada Agustus lalu, dengan menurunkan BI 7-day Reverse Repo Rate sebesar 25 bps dari 4,75% menjadi 4,50% untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan, juga menjadi pertimbangan LPS dalam menurunkan tingkat bunga penjaminan. “Evaluasi terhadap kondisi likuiditas saat lni dan prospek hingga tiga bulan ke depan menunjukkan bahwa likuiditas perbankan masih berada dalam posisi yang memadai,” kata dia.
Sesuai ketentuan LPS, apabila suku bunga simpanan yang diperjanjikan antara bank dengan nasabah penyimpan melebihi tingkat bunga penjaminan simpanan, maka simpanan nasabah dimaksud menjadi tidak dijamin. Berkenaan dengan hal tersebut, bank diharuskan untuk memberitahukan kepada nasabah penyimpan mengenai tingkat bunga penjaminan simpanan yang berlaku dengan menempatkan informasi dimaksud pada tempat yang mudah diketahui oleh nasabah penyimpan.
Sejalan dengan tujuan untuk melindungi nasabah dan memperluas cakupan tingkat bunga penjaminan, LPS menghimbau agar perbankan lebih memperhatikan ketentuan tingkat bunga penjaminan simpanan dalam rangka penghimpunan dana. Dalam menjalankan usahanya, bank hendaknya memperhatikan kondisi likuiditas ke depan.
Dengan demikian, bank diharapkan dapat mematuhi ketentuan pengelolaan likuiditas perekonomian oleh Bank Indonesia, serta pengaturan dan pengawasan perbankan oleh Otoritas Jasa Keuangan
Anggota Dewan Komisioner merangkap Kepala Eksekutif LPS Fauzi Ichsan menuturkan, dalam menentukan suku bunga penjaminan LPS menggunakan metode backward looking. “Melihat kondisi suku bunga pasar dan deposito yang ada di 62 bank,” kata Fauzi di kesempatan yang sama. (DIAZ)

Check Also

Data Center Berkelanjutan Schneider Electric

Jakarta – Schneider Electric mengajak pimpinan dunia dan industri membangun ekosistem digital yang tangguh dan berkelanjutan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *