Sunday , June 20 2021
Home / Berita / Per Agustus 2017, Penjualan Pemasaran PP Properti Rp2 Triliun

Per Agustus 2017, Penjualan Pemasaran PP Properti Rp2 Triliun

Jakarta – Penjualan pemasaran (marketing sales) PT PP Properti Tbk (PPRO) tercatat Rp2 triliun per Agustus 2017. Hal itu dikemukakan oleh Taufik Hidayat, Direktur Utama PPRO, usai menerima penghargaan Golden Property Awards 2017 dari PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) dalam kategori proyek, untuk Grand Kamala Lagoon (GKL) di Jakarta dan Grand Sungkono Lagoon (GSL) di Surabaya, Senin (11/9).

Menurut Taufik, raihan tersebut sekitar 67% dari target penjualan pemasaran hingga akhir tahun 2017 sebesar Rp2,99 triliun. Penjualan pemasaran PPRO ditopang oleh penjualan proyek existing dan proyek baru. Itu antara lain proyek Grand Kamala Lagoon di Bekasi  (Jawa Barat), proyek Grand Shamaya di Surabaya (Jawa Timur), dan Begawan Apartemen di Malang (Jawa Timur).

“Alhamdulillah kami di PPRO bersyukur, ketika teman-teman ‎lain di bisnis properti sedang lesu, proyek-proyek kami masih laris,” ujarnya dikutip dari keterangan tertulis yang diterima, Rabu (13/9).

Taufik mengungkapkan, pihaknya tengah menyiapkan beberapa proyek baru antara lain pembangunan menara apartemen berkonsep bebas narkoba di Bandung (Jawa Barat) yang menyasar pasar mahasiswa. Sebelumnya, PPRO telah membangun dua menara apartemen berkonsep bebas narkoba, di Jalan Margonda, Depok (Jawa Barat) yang ditargetkan rampung tahun 2017.

Selain di Depok, apartemen bebas narkoba juga akan dibangun di Serpong (Banten), Semarang (Jawa Tengah), Yogyakarta dan Malang. “Kemudian di Surabaya‎ masih ada proyek baru lagi. Untuk yang Surabaya Oktober 2017 kali ya,” terangnya.

Ia optimistis target penjualan pemasaran PPRO hingga akhir tahun 2017 bisa tercapai bahkan terlampaui menjadi lebih dari Rp3 triliun. ”Sampai dengan bulan September 2017 penjualan pemasaran mungkin bisa mencapai Rp2,2 triliun hingga Rp2,3 triliun,” papar Taufik.

Selain itu, Taufik juga yakin proyeksi pertumbuhan laba sebesar 20% menjadi Rp438 miliar sepanjang 2017 akan terealisasi. “Sampai akhir September 2017, laba kami sekitar Rp280 miliar. Kami optimis sampai akhir 2017 masih sesuai rencana. Adapun pendapatan hingga akhir September 2017 sekitar Rp2,5 triliun,” imbuhnya. (DIAZ)

Check Also

Data Center Berkelanjutan Schneider Electric

Jakarta – Schneider Electric mengajak pimpinan dunia dan industri membangun ekosistem digital yang tangguh dan berkelanjutan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *