Sunday , June 20 2021
Home / Berita / Skema Baru, Penyaluran KUR BRI Tembus Rp132 Triliun
lantaibusa.id/MS Fahmi Wakil Direktur Utama Bank BRI Sunarso (kiri) bersama jajaran direksi Bank BRI lainnya saat memberikan keterangan terkait Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Jakarta, Rabu (15/03).

Skema Baru, Penyaluran KUR BRI Tembus Rp132 Triliun

Jakarta – Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memberikan kontribusi penting bagi pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di Indonesia. UMKM mempunyai tingkat penyerapan tenaga kerja sekitar 97% dari seluruh tenaga kerja nasional dan berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sekitar 57%.

Namun demikian, pelaku UMKM masih menghadapi beberapa kendala, diantaranya kurangnya informasi maupun akses untuk memperoleh kredit/pembiayaan, sehingga membatasi pertumbuhan bisnis dan peluang investasi. Guna mengatasi kurangnya akses UMKM untuk memperoleh pembiayaan, Pemerintah meluncurkan skim Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada tahun 2007.

Dalam kurun waktu 2007 – 2014, realisasi penyaluran KUR melampaui target yang ditetapkan pemerintah. Pada tahun 2015, Pemerintah melakukan beberapa penyempurnaan menyangkut penguatan regulasi dan perbaikan skema KUR. Harapannya, dengan adanya penyempurnaan bisa mendukung pengurangan gini ratio dari 0,41 menjadi 0,36 di tahun 2019, dan pengurangan kemiskinan dari 10,96% menjadi 7-8%.

PT Bank BRI (Persero) Tbk (BBRI) turut ditunjuk sebagai salah satu bank penyalur KUR di Indonesia. Sepanjang 2 tahun sejak KUR skema baru diluncurkan pada Agustus 2015 hingga Agustus 2017, perseroan mengklaim telah menyalurkan KUR senilai Rp132,4 Triliun kepada lebih dari 7,4 juta debitur baru.

“Jumlah ini menjadikan Bank BRI sebagai bank penyalur KUR terbesar di Indonesia dan merupakan wujud komitmen BRI terhadap pemberdayaan UMKM,” ujar Corporate Secretary Bank BRI Hari Siaga Amijarso di Jakarta, Selasa (12/9).

Lebih lanjut dirinya mengatakan dari nilai KUR yang disalurkan, sekitar Rp46,7 Triliun disalurkan pada periode Januari 2017 – Agustus 2017. “Pencapaian ini setara dengan 65,8% dari total target penyaluran KUR BRI di tahun 2017 sebesar Rp.71 Triliun, kami pun optimis mampu menyalurkan sesuai target yang telah ditetapkan hingga akhir tahun,” imbuhnya.

Dia menambahkan, sebesar 40% dari Rp46,7 Triliun KUR yang disalurkan di tahun ini atau sekitar Rp. 18,4 Triliun telah disalurkan ke sektor produktif. Ke depan, perseroan akan terus memacu penyaluran KUR ke sektor produktif.

Beberapa strategi diantaranya dengan menjangkau kelompok petani dan nelayan serta komunitas UMKM di berbagai daerah. Selain itu, BRI juga akan memanfaatkan keberadaan agen BRILink yang mencapai lebih dari 103 ribu agen untuk menjangkau potensi penyaluran KUR yang lebih luas. Strategi tersebut dilakukan agar penyaluran KUR memiliki multiplier effect yang maksimal mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Check Also

Data Center Berkelanjutan Schneider Electric

Jakarta – Schneider Electric mengajak pimpinan dunia dan industri membangun ekosistem digital yang tangguh dan berkelanjutan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *