Sunday , June 20 2021
Home / Berita / Others / Indonesia Berpotensi Jadi Produsen Alat Telekomunikasi Dunia
lantaibursa.id/MS Fahmi Seorang model memperlihatkan salah satu produk smartphone terbaru yang dijual di Indonesia. Pesatnya pertumbuhan bisnis smartphone di dalam negeri diharapkan dapat turut mendorong Indonesia untuk tampil sebagai negara basis produksi alat telekomunikasi di tingkat dunia.

Indonesia Berpotensi Jadi Produsen Alat Telekomunikasi Dunia

JAKARTA-Penggunaan ponsel pintar (smartphone) yang semakin marak dalam beberapa tahun terakhir meruapkan potensi tampilnya Indonesia sebagai negara basis produksi bagi industri alat telekomunikasi di level internasional. Dengan banyaknya pemain bisnis telekomunikasi yang turut bersaing di pasar telekomunikasi domestik, diharapkan kebutuhan pasokan perangkat telekomunikasi juga dapat dipenuhi dari hasil produksi dalam negeri. Peluang ini coba dimaksimalkan oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dengan berusaha menciptakan iklim usaha yang kondusif di sektor industri telekomunikasi dalam negeri. “Penambahan investasi dari sektor ini diharapkan dapat lebih berkontribusi terhadap ekonomi nasional melalui penyerapan tenaga kerja dan keterlibatan industri komponen lokal,” ujar Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, I Gusti Putu Suryawirawan, di Jakarta, Kamis (21/9).

Berdasarkan catatan Kemenperin, industri telekomunikasi dan informatika (telematika) nasional mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. Hingga tahun 2016 lalu, terdapat 23 electronics manufacturing service (EMS), 42 merek dan 37 pemilik merek baik global maupun nasional, dengan total nilai investasi sebesar Rp7 triliun dan menyerap tenaga kerja sebanyak 13 ribu orang. Kemenperin dalam hal ini terus mendorong pabrikan produk telekomunikasi nasional agar semakin meningkatkan daya saing sehingga mampu berkompetisi dengan barang-barang impor. Salah satu langkahnya melalui penerbitan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 29 Tahun 2017 tentang Ketentuan dan Tata Cara Penghitungan Nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Produk Telepon Seluler, Komputer Genggam, dan Komputer Tablet. Permenperin tersebut merupakan pengembangan dari regulasi sebelumnya, Permenperin No.65/2016. “Maksud dan tujuan dari implementasi peraturan ini antara lain mendukung pengembangan produk software lokal serta menumbuhkan pusat inovasi baru dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi di dalam negeri,” tutur Gusti. (JAT)

Check Also

Tingkatkan Kompetensi dan Leadership SDM, LPS Jajaki Kerja Sama Dengan LAN

Jakarta – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menginisiasi rencana kerja sama dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *