Saturday , July 31 2021
Home / Berita / Konstruksi Jembatan Ambruk, Ini Penjelasan Waskita Karya

Konstruksi Jembatan Ambruk, Ini Penjelasan Waskita Karya

JAKARTA – PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) memberikan penjelasan terkait dengan ambruknya girder flyover proyek tol Pasuruan-Probolinggo yang menelan satu korban tewas dan dua orang korban luka-luka.
Manajemen Waskita Karya dalam keterangan resminya mengungkapkan jika pekerjaan pemasangan empat Girder (erection) pembangunan flyover yang akan menghubungkan Desa Plososari dengan Desa Cukurgondang yang merupakan pengganti jalan kabupaten dilaksanakan selama dua hari yaitu Sabtu 28 Oktober 2017 mulai pukul 13.44 WIB, berlokasi di Desa Cukurgondang Kecamatan Grati Pasuruan telah dilakukan pekerjaan erection tiga Girder sepanjang 50,8 meter dan sudah dilakukan pemasangan bresing dengan menggunakan dua crane masing-masing kapasitas 250 ton dan 150 ton.
Pada hari Minggu 29 Oktober 2017 mulai pukul 09.00 WIB dilanjutkan erection satu girder keempat, saat girder keempat sudah pada posisi bearing pad dan akan dilakukan pemasangan bracing, girder keempat tiba-tiba goyang menyentuh girder lain sehingga menyebabkan keruntuhan.
Menurut Manajemen, pemeriksaan dan pencarian root cause atas kecelakaan kerja ini dan upaya pencegahan waskita ke depan agar menjaga kecelakaan tidak terjadi lagi adalah Girder ke-4 sudah berada diposisi bearing pad kemudian pada saat akan diberi perkuatan (bracing). Lalu, girder ke-4 tiba-tiba goyang menyentuh girder lain sehingga menyebabkan keruntuhan.
Adapun, upaya pencegahan waskita ke depannya adalah terus mengkaji dan memperbaharui seluruh aspek K3LMP dalam melakukan pekerjaan.
Proyek Jalan Tol Pasuruan Probolinggo merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dikerjakan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) yang dimulai tahun 2016 dengan nilai kontrak Rp2,9 triliun dan memiliki panjang ruas 31,3 km.
Pembangunan proyek ini terdiri dari tiga seksi, Seksi 1 sepanjang 8 KM melewati Grati-Nguling, Seksi 2 perbatasan Nguling, Pasuruan-Sumberasih, Probolinggo sepanjang 6 km dan Seksi 3 Sumberasih-Leces sepanjang 17,3 km. Saat ini Progress Fisik Pekerjaan proyek adalah sebesar 46,6% dari Rencana sebesar 50,9%. (AHM)

Check Also

Pakar: Penegak Hukum Asal Rampas Aset, Langgar HAM dan Wujud Ketidakadilan Sosial

Jakarta – Penyitaan hingga perampasan aset masyarakat yang tidak terkait tindak pidana korupsi berpotensi melanggar …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *