Sunday , June 20 2021
Home / Berita / Komiditas Membaik, Laba Astra International Naik 26%

Komiditas Membaik, Laba Astra International Naik 26%

Jakarta-PT Astra International Tbk (ASII) membukukan laba bersih sebesar Rp14,184 triliun di kuartal ketiga 2017, atau naik 26 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp11,27 triliun.

Presiden Direktur Astra International, Prijono Sugiarto mengungkapkan jika pencapaian laba bersih tersebut didorong oleh Pertumbuhan pendapatan bersih konsolidasian Grup pada kuartal ketiga tahun ini yang sebesar 14 persen menjadi Rp150,2 triliun, seiring dengan peningkatan kontribusi dari sebagian besar segmen bisnis perseroan.
“Prospek kinerja hingga akhir tahun ini diperkirakan tetap positif karena penguatan harga komoditas yang terus berlanjut, meskipun ada tantangan dari peningkatan kompetisi di pasar mobil serta bertambahnya provisi kredit pada beberapa aktivitas Grup jasa keuangan,” katanya, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (31/10/2017).
Menurut Priyono, lini bisnis otomotif perseroan berhasil membukukan peningkatan laba bersih sebesar 10 persen menjadi Rp6,6 triliun, khususnya disebabkan oleh kenaikan penjualan mobil dan motor, meskipun terjadinya peningkatan tekanan pemberian diskon di pasar mobil.
Sementara, laba bersih dari divisi jasa keuangan naik 42 persen menjadi Rp2,9 triliun, sebagian besar karena keuntungan yang kembali dihasilkan oleh PT Bank Permata Tbk (BNLI). Lalu, segmen alat berat dan pertambangan juga meningkat sebesar 80 persen menjadi Rp3,4 trilliun.
Adapun, dari divisi agribisnis, berhasil mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 23 persen menjadi Rp1,1 trilliun. Bisnis properti juga mengalami peningkatan 15 persen menjadi Rp97 miliar, sebagian besar disebabkan oleh peningkatan laba dari proyek Anandamaya Residences yang direncanakan selesai pada tahun 2018.
“Sementara laba bersih dari segmen teknologi informasi tercatat stabil sebesar Rp105 miliar,” ucapnya.
Adapun, dari divisi infrastruktur dan logistik, mencatat kerugian bersih sebesar Rp66 miliar, dibandingkan dengan laba bersih sebesar Rp213 miliar pada periode sama tahun lalu.
“Ini besar disebabkan oleh kerugian awal dari ruas jalan tol baru Cikopo-Palimanan,” pungkasnya. (CAN/AHM)

Check Also

Data Center Berkelanjutan Schneider Electric

Jakarta – Schneider Electric mengajak pimpinan dunia dan industri membangun ekosistem digital yang tangguh dan berkelanjutan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *