Sunday , June 20 2021
Home / Berita / Tekan Biaya Pendanaan, PP Properti Turunkan Anggaran Capex 2018

Tekan Biaya Pendanaan, PP Properti Turunkan Anggaran Capex 2018

lantaibursa.id/MS Fahmi Dirut PT PP Properti Tbk Taufik Hidayat (tengah) didampingi Komisaris Utama PT WSS Andre Mirza Hartawan (kanan) dan Direktur Keuangan PPro memberikan keterangan kepada wartawan usai menandatangani kerjasama perjanjian akuisisi di Jakarta, Selasa (30/8). Pengembang properti PT PP Properti Tbk mengakusisisi 49.500 saham atau 55% PT Wisma Seratus Sejahtera (WSS) yang memiliki apartemen Evencio yang terdiri atas 2 menara dan 1200 unit di daerah Margonda, Depok, Jawa Barat.

Jakarta – Pengembang properti terkemuka di tanah air, PT PP Properti Tbk (PPRO) kini fokus kepada pengelolaan utang yang makin kuat untuk memastikan neraca yang tetap solid ke depan. Salah satu caranya adalah dengan menganggarkan belanja modal (capital expenditures/capex) yang lebih rendah pada 2018. Sebanyak 85% dari dana capex tahun 2018, lanjut Taufik, akan digunakan untuk pembangunan proyek-proyek PPRO yang sudah ada, termasuk hotel dan apartemen.

Taufik Hidayat, Direktur Utama PPRO mengatakan, untuk tahun depan, pihaknya mengalokasikan capex pada kisaran Rp1,8 hingga Rp2 triliun. Capex tersebut akan fokus digunakan untuk pengembangan lahan karena cadangan lahan (landbank) yang dimiliki Perseroan sudah cukup besar. Per September 2017, PPRO memiliki cadangan lahan sebanyak 100 hektar (ha). Itu mencapai 50% dari target cadangan lahan Perseroan sebesar 200 ha hingga akhir tahun 2017.

“Akuisisi lahan di tahun 2018 hanya akan bersifat penyelesaian akuisisi Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati yang sudah dimulai pada tahun ini, dengan nilai sekitar Rp300 miliar, atau sebesar 15% dari dana belanja modal,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (1/11/).

Pada 2017, perseroan menyiapkan anggaran belanja modal mencapai Rp3 triliun hingga Rp3,5 triliun untuk pembelian lahan. Adapun sumber pendanaan capex tahun ini selain berasal dari rights issue, juga bersumber dari MTN senilai Rp287 miliar yang diemisikan pada 2017.

“PPRO terus memastikan agar pendanaan proyek dilakukan dengan struktur pendanaan yang tepat sasaran (asset-liabilities matching). Perencanaan yang teliti untuk hal ini akan meminimalkan risiko kredit sekaligus menurunkan beban pendanaan perusahaan,” tuturnya.

Taufik menambahkan, strategi lain yang dilakukan oleh manajemen PPRO dalam upaya pengelolaan utang adalah pengelolaan proyek yang tepat waktu. Hari ini misalnya, Tower Mahakam di PP Properti Jababeka sudah topping off, lebih cepat dari perkiraan awal di Desember 2017.

Check Also

Data Center Berkelanjutan Schneider Electric

Jakarta – Schneider Electric mengajak pimpinan dunia dan industri membangun ekosistem digital yang tangguh dan berkelanjutan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *