Saturday , May 18 2024
Home / Berita / TICMI Gandeng BSN dan Veda Praxis Gelar Forum Manajemen Risiko

TICMI Gandeng BSN dan Veda Praxis Gelar Forum Manajemen Risiko

JAKARTA – Sebelumnya The Indonesia Capital Market Institute (TICMI) telah sukses menyelenggarakan seminar dengan tema “SNI ISO 31000 Manajemen Risiko” di bulan November 2016 dan pada bulan Maret 2017 TICMI menyelenggarakan Seminar Governance, Risk Management, and Compliance Collaboration- “Optimalisasi Standar Manajemen Risiko SNI ISO 31000 Melalui Penerapan yang Terintegrasi”. Pada tanggal 09 November 2017 ini, TICMI bersama dengan Badan Standardisasi Nasional (BSN) dan Veda Praxis kembali menyelenggarakan kegiatan serupa dengan tema Seri SNI ISO 31000 “Strategi, Implementasi & Integrasi” yang dihadiri pelaku Manajemen Risiko dari berbagai industri.

Perlu diketahui bahwa SNI ISO 31000 Manajemen Risiko adalah Standar Nasional Indonesia yang memberikan panduan bagaimana mengelola risiko yang dihadapi organisasi dalam mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Dalam seri SNI ISO 31000 Manajemen Risiko, terdapat 4 standar yang telah diadopsi dari standar internasional :

1. SNI ISO 31000 : 2011 Manajemen Risiko – Prinsip dan Pedoman
2. SNI ISO Guide 73 : 2016 Manajemen Risiko – Kosakata
3. SNI ISO/TR31004 : 2016 Panduan untuk Implemetasi SNI ISO 31000
4. SNI ISO/IEC 31010 : 2016 Manajemen Risiko – Teknik penilaian risiko

Standar tersebut menyediakan prinsip-prinsip sebagai panduan agar manajemen risiko efektif. Standar tersebut juga menyediakan rumusan kerangka kerja dan proses manajemen risiko yang terstruktur dan sistematis. Sebagai suatu Standar Nasional, maka SNI ISO 31000 Manajemen Risiko merupakan suatu rujukan nasional yang kuat, karena acuan standar manajemen risiko setara dengan standar internasional yaitu ISO 31000.

Terkait manajemen risiko, hal penting lainnya adalah saat ini beberapa standar untuk sistem manajemen, seperti SNI ISO 9001 sistem manajemen mutu, SNI ISO 14001 sistem manajemen lingkungan, SNI ISO 27001 sistem manajemen keamanan informasi, di dalamnya memuat klausul terkait pengelolaan risiko. Rujukan utama yang terstruktur dan sistematis bagi penerapannya adalah SNI ISO 31000 Manajemen Risiko.

Bagi perusahaan dengan kompleksitas bisinis yang besar, manfaat penerapan Manajemen Risiko akan terasa semakin besar bila terintegrasi dengan penerapan standar sistem manajemen lainnya seperti Standar Sistem Manajemen Keamanan Informasi ISO 27001 dan Standar Sistem Manajemen Mutu ISO 9001.

Oleh karena itu, seminar Manajemen Risiko hari ini akan memaparkan SNI ISO 31000 serta mendiskusikan integrasi dengan standar sistem manajemen lainnya dan agar peserta dapat lebih memahami apa itu SNI ISO 31000 dan manfaat penerapannya bagi organisasi yang bersangkutan.

Tujuan diselenggarakannya seminar ini diantaranya adalah peserta mendapatkan informasi mengenai penerapan Manajemen Risiko berbasis SNI ISO 31000 melalui sudut pandang dari Badan Standardisasi Nasional (BSN).
Kemudian peserta juga bisa memahami integrasi ISO 31000 dengan standar ISO 27001 dan ISO 9001, sehingga akan meningkatkan efektivitas pengelolaan sistem manajemen, termasuk manajemen risiko di perusahaannya. Dan peserta dapat memahami cost of compliance dari penerapan Manajemen Risiko berbasis seri standar SNI ISO 31000.

Dalam kesempatan kali ini, para pembicara berasal dari Perusahaan pemenang ASEAN Risk Award seperti PT Semen Indonesia Tbk. dan PT ABM Investama Tbk. Berikut rincian nama-nama pembicara kegiatan pada hari ini:

1. Mohammad Mukhlis (Anggota Komtek 03-10 Manajemen Risiko)
2. Hendro Kusumo (Center for Standard Development – Badan Standardisasi Nasional)
3. Osman Syarif (Vice President Manajemen Risiko – PT Pelindo)
4. Agung Yunanto (Direktur SDM dan Hukum – PT Semen Indonesia Tbk.)
5. Bernado A. Mochtar ( Head of Enterprise Risk Management – PT ABM Investama Tbk.)
6. Satya Rinaldi (Risk Management Expert – PT Veda Praxis)

Cek juga

Bank DKI Permudah Pedagang Miliki Tempat Usaha di Pasar Sukasari Bogor

Jakarta, Lantaibursa.id – Bank DKI dan Perumda Pasar Pakuan Jaya menjalin kerja sama, khusus untuk …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *